Pembacaan Alkitab : Amos 4:1-3
TEMA : JANGAN MEMERAS DAN MENINDAS
"... yang memeras orang lemah, yang menginjak orang miskin..." (ay.1)
"Kecantikan seorang wanita terpancar dari hatinya dan terlihat melalui perbuatannya." Kalimat itu berasal dari serial drama radio tahun 1980-an, Butir-butir Pasir di Laut.
Hal tersebut mengingatkan bahwa kecantikan seorang wanita bukan terutama terletak pada kecantikan fisik, meskipun hal itu tetap penting, melainkan pada kecantikan seutuhnya yang terpancar dari hati dan seluruh perbuatannya yang berdampak positif.
Kecantikan demikian akan menjadi berkat bagi suami, anak-anak, dan lingkungan di mana pun ia berada.
Istri para pejabat dan orang kaya di Israel hanya mementingkan kecantikan lahiriahnya dan menikmati seluruh kekayaannya dengan menuntut para suami memenuhi seluruh kebutuhannya, bahkan dengan terus berpesta pora.
Mereka digambarkan seperti lembu- lembu dari daerah Basan yang subur, dengan tubuhnya yang gemuk-gemuk.
Mereka tidak merasa berdosa menikmati kekayaan dari hasil kerja suaminya yang memeras rakyat miskin dan melakukan ketidakadilan.
Tuhan bersumpah demi kekudusan-Nya untuk menghukum mereka hingga tidak seorang pun tersisa, bagaikan ikan yang ditarik dengan kail pancing.
Kemudian mereka semua akan dibuang ke arah Hermon. Kehancuran Samaria ini akhirnya terbukti pada tahun 722 SM oleh Kerajaan Asyur.
Kekayaan pada dasarnya adalah hal yang baik jika diperoleh melalui doa dan kerja keras.
Bahkan orang yang diberkati dengan kekayaannya tidak hanya dapat berdoa, tetapi juga dapat ambil bagian dalam pelayanan Tuhan dengan memberikan uang dan harta dan melakukan yang dimilikinya untuk menopang pelayanan gereja.
Namun, jika cara memeras kekayaan diperoleh dengan ketidakadilan, apalagi terhadap orang miskin, hidup kita tidak akan diberkati.
Semua kekayaan yang dimiliki akan lenyap, dan orang tersebut akan menerima hukuman Tuhan. Amin.
Doa: Ya Tuhan berkati mereka yang takut akan Tuhan agar tidak hidup dalam ketidakadilan, melainkan memakai kekayaannya dengan benar untuk menjadi berkat bagi sesama. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow