Pembacaan Alkitab : Amos 4: 6-11
TEMA : TETAP TIDAK BERTOBAT
"Namun, kamu tidak berbalik kepada-Ku,..." (ay.11c)
Istilah Narcissistic Personality Disorder (NPD) sangat viral saat ini di media sosial. NPD merupakan salah satu gangguan kepribadian yang ditandai dengan pola pikir, perasaan dan perilaku yang sangat berpusat pada diri sendiri.
Seseorang dengan kondisi ini cenderung ingin selalu diapresiasi, dipuji, dan tidak mau menerima masukan dari pihak lain. Kondisi ini bisa berubah, bahkan ke arah yang lebih buruk.
Salah satu penyebabnya ialah pengalaman masa kecil, misalnya ketika seseorang selalu disalahkan atau sebaliknya selalu dipuji tanpa pernah diingatkan saat melakukan kesalahan karena kasih sayang orang tua yang berlebihan.
Kehidupan umat Israel pada masa Amos hampir serupa. Mereka hidup dalam dosa dan kejahatan dengan menindas kaum miskin.
Tuhan menghendaki mereka bertobat dengan memberikan teguran melalui 5 tulah. Tulah pertama adalah kelaparan, sehingga tidak ada makanan untuk dimakan di seluruh kota.
Tulah kedua adalah kekeringan; Tuhan menahan hujan selama 3 bulan menjelang masa panen yang sangat membutuhkan air. Kekeringan membuat mereka harus pergi ke kota lainnya mencari air untuk kebutuhan minum.
Tulah ketiga adalah hama dan penyakit tanaman yang menyebabkan ladang, tanaman anggur, dan zaitun mati.
Tulah keempat adalah penyakit sampar yang menyebabkan kematian hewan dan umat Israel. Tulah kelima, Israel ditunggangbalikan seperti Sodom dan Gomora karena menindas orang miskin dan menyembah berhala.
Namun, hukuman Tuhan dengan lima tulah tidak membuat mereka bertobat: mereka tetap hidup dalam kekerasan hatinya.
Dalam perjalanan hidup, terkadang Tuhan menegur kita melalui kemalangan yang kita alami. Segeralah kembali kepada Tuhan dan bertobat.
Akuilah dosa dan kesalahan kita, perbaiki hidup dengan kembali taat kepada Tuhan dan firman-Nya. Amin.
Doa: Ya Tuhan kami mau memiliki kerendahan hati untuk menerima teguran Tuhan dan kesediaan untuk sungguh-sungguh bertobat serta kembali bidup dalam ketaatan. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow