Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 10 September 2026, Amos 5:1-3  Peka Terhadap Peringatan

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 10:57 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Amos 5:1-3

TEMA : PEKA TERHADAP PERINGATAN

 "Dengarlah perkataan ini yang kulantunkan tentang kamu..." (ay.1)

Prinsip dasar dalam melakukan pendampingan pastoral adalah Care, Consent, and Love.

Dengan memberikan perhatian dan kepedulian yang mendalam untuk membantu seseorang maupun masyarakat dalam menghadapi masalah, serta memiliki kasih yang bersumber dari Tuhan Yesus.

Hal tersebut menjadi prasyarat penting dalam pelayanan pendampingan pastoral. Pandangan bahwa pastoral merupakan bentuk sanksi dan hukuman gereja perlu ditinggalkan.

Sebaliknya, tugas gereja adalah mendampingi seseorang dan masyarakat agar dapat keluar dari pergumulan yang dihadapi, serta menatap kehidupan ke depan dengan harapan yang lebih baik.

Amos, melalui ratapan dan tangis dukacitanya, menghadirkan pendampingan agar umat dapat keluar dari kehidupan yang penuh dosa dan kejahatan.

Kemapanan dan kekayaan yang mereka miliki pada saat itu hanyalah sementara, dan Tuhan tidak berkenan atasnya.

Dosa bangsa Israel digambarkan bagaikan seorang anak dara yang di usia muda tidak lagi dapat merasakan keindahan hidup maupun menatap masa depan dengan penuh harapan.

Mereka digambarkan rebah dan terkapar, tidak mampu dibangkitkan kembali.

Kesombongan atas kejayaan militer pun akan hancur dalam peperangan sehingga hanya sedikit yang tersisa. 

Ketika seribu orang maju berperang, hanya seratus yang tertinggal, ketika seratus orang maju, hanya sepuluh yang tersisa.

Melalui ratapan dukacitanya, Amos hendak menyadarkan umat agar bertobat dan kembali kepada Tuhan.

Tuhan sering memakai setiap orang, terlebih orang terdekat. agar kita bertobat dan kembali ke jalan Tuhan.

Jangan mengeraskan hatimu dan terus hidup dalam dosa Jangan pernah merasa bahwa kemapanan dan kekayaan yang kita miliki dapat memberikan kebahagiaan sejati jika diperoleh dengan cara yang tidak benar.

Pekalah terhadap suara Tuhan dan jangan biarkan orang lain menangis karena perbuatan kita . Amin.

 

Doa: Ya Tuhan kami mau memiliki kepekaan untuk mendengar peringatan Tuhan dan kerelaan hati untuk bertobat sarta kembali hidup di jalan-Mu. Amin

 

Editor : Alfianne Lumantow
RENUNGAN PAGI GPIB SABDA BINA UMAT