Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 14 September 2026, 1 Timotius 2:8-15  Sikap Doa Yang Benar

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 14:41 WIB
logo gpib
logo gpib

Pembacaan Alkitab : 1 Timotius 2:8-15

TEMA : SIKAP DOA YANG BENAR

 "Karena itu aku ingin, supaya dimana-mana laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan." (ay.8)

Pada renungan pagi, Paulus menasihati Timotius dan jemaat untuk berdoa bagi semua orang, termasuk para pemimpin.

Malam ini, kita belajar tentang sikap doa yang benar dan berkenan kepada Allah.

Doa bukan hanya soal kata-kata yang diucapkan, melainkan juga keadaan hati, kebersihan batin, dan cara hidup orang yang datang menghadap Tuhan.

Dalam ayat 8, ungkapan "karena itu aku ingin" menghubungkan nasihat Paulus tentang doa dengan sikap hidup orang percaya dalam ibadah.

Paulus menyebut laki-laki menadahkan tangan yang suci, sesuai kebiasaan orang Yahudi berdoa dengan yang kemudian dikenal juga dalam kehidupan jemaat Kristen mula- mula.

Namun, tekanan utama Paulus bukan pada gerakan tangan, melainkan pada kesucian hidup di hadapan Allah.

Tangan yang suci menunjuk pada perbuatan yang benar, hati yang bersih, dan relasi yang dipelihara tanpa marah serta tanpa perselisihan.

Karena itu, doa yang benar tidak dapat dipisahkan dari hidup yang tulus, jauh dari kecemaran dosa, serta dipenuhi kasih kepada Allah dan sesama.

Ibadah menjadi jujur ketika hati, perkataan, dan tindakan berjalan searah di hadapan Tuhan.

Kita semua, laki-laki dan perempuan, dipanggil memiliki sikap hati yang benar dalam berdoa.

Kehidupan doa yang sungguh akan tampak dalam perkataan dan perilaku yang dikuasai serta dituntun oleh Roh Kudus.

Doa adalah sarana orang percaya berkomunikasi dan membangun relasi dengan Tuhan.

 Karena itu, kita perlu bersungguh-sungguh mencari kehendak Allah, memohon pertolongan Tuhan Yesus, dan belajar berdoa dengan hati yang kudus, damai, rendah hati, serta penuh kasih.

Dalam kehidupan setiap hari, supaya doa kita tidak berhenti di bibir, tetapi membentuk hidup yang memuliakan Allah dan membangun sesama dengan setia. Amin.

 

Doa: Roh Kudus, tuntunlah kami agar dapat berdoa dengan sikap yang benar. Amin

 

Editor : Alfianne Lumantow
RENUNGAN MALAM GPIB SABDA BINA UMAT