Pembacaan Alkitab : 1 Timotius 4:1-10
TEMA : MENGIKUTI AJARAN SEHAT
"... engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam pokok-pokok iman dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini" (ay. 6).
Apa itu ajaran sehat dalam kehidupan orang percaya? Jawabannya dapat beragam, tetapi kita dapat mengatakan bahwa ajaran sehat adalah ajaran yang sesuai dengan iman Kristen berdasarkan Alkitab dan pengajaran gereja.
Ajaran sehat menolong kita membedakan kebenaran dari ajaran yang menyesatkan, serta membentuk hidup yang setia kepada Tuhan Yesus Kristus.
Dalam bacaan pagi ini, Rasul Paulus mengingatkan Timotius tentang munculnya kemurtadan dan ajaran sesat yang bersumber dari roh-roh yang menyesatkan, dan tipu daya para pendusta.
Paulus menyebut dua bentuk ajaran sesat, yaitu larangan kawin dan larangan makan makanan tertentu.
Larangan itu lahir dari pandangan yang merendahkan tubuh dan benda-benda ciptaan, seolah-olah materi selalu jahat.
Paulus menolak pandangan demikian. Baginya, makanan adalah ciptaan Allah yang baik dan dapat diterima dengan ucapan syukur, sebab dikuduskan oleh firman Allah dan doa.
Karena itu, ketika Timotius mengingatkan jemaat tentang kebenaran ini, ia menjadi pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam pokok-pokok iman dan dalam ajaran sehat yang telah ia ikuti.
Kita diingatkan bahwa menjadi pelayan Tuhan dan warga jemaat yang baik tidak cukup hanya rajin beribadah atau aktif melayani.
Kita juga perlu hidup dalam ajaran sehat, yaitu ajaran yang benar, kudus, dan bersumber dari Injil Yesus Kristus.
Ajaran sehat menuntun kita untuk menghargai ciptaan Allah, menjaga kemurnian iman, dan menolak ajaran yang menjauhkan kita dari kasih karunia Tuhan.
Dengan ajaran sehat, iman tidak mudah goyah oleh suara yang tampak rohani, tetapi sebenarnya menyesatkan.
Marilah kita terus belajar, beriman dengan benar, dan hidup setia dalam kebenaran Injil setiap hari, dengan rendah hati, penuh sukacita, dan ketekunan. Amin.
Doa: Tuhan Yesus, tuntun kami hidup dalam ajaran sehat sesuai Injil- Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow