Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 17 September 2026, 1 Timotius 5:1-2  Relasi Tua-Muda Yang Penuh Kasih

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 10:08 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : 1 Timotius 5:1-2

TEMA : RELASI TUA-MUDA YANG PENUH KASIH

"Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegurlah dia sebagai bapak ....." (ay.1)

Relasi antara generasi tua dan generasi muda selalu hadir dalam kehidupan keluarga, jemaat, dan masyarakat.

Bila relasi ini berjalan rukun dan saling menghargai, kehidupan bersama menjadi lebih sehat.

Namun, bila dipenuhi salah paham, kata-kata kasar, dan konflik berkepanjangan, hubungan antargenerasi dapat terluka dan kualitas hidup bersama ikut terganggu.

Bacaan pagi ini berisi petunjuk Paulus kepada Timotius tentang cara menggembalakan warga jemaat yang berbeda usia dan kedudukannya.

Paulus berkata, "Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegurlah dia sebagai bapak."

Nasihat ini menunjukkan bahwa teguran dalam jemaat harus dilakukan dengan hormat, lembut, dan penuh kasih.

Timotius tidak boleh menegur orang yang lebih tua dengan keras atau menghakimi, melainkan memperlakukan mereka seperti seorang bapak.

Sikap demikian bukan berarti membiarkan kesalahan, tetapi menempatkan teguran dalam relasi yang menghargai martabat orang lain.

Paulus juga melanjutkan nasihatnya agar orang muda diperlakukan sebagai saudara, perempuan tua sebagai ibu, dan perempuan muda sebagai saudari dengan penuh kemurnian.

Jadi, kehidupan jemaat dibangun bukan oleh kuasa yang kasar, melainkan oleh kasih yang menjaga relasi keluarga Allah.

Pagi ini, firman Tuhan mengingatkan kita untuk membangun relasi tua-muda dengan kasih. O

rang muda diajak menghormati yang lebih tua, sekalipun mungkin pernah terluka oleh sikap mereka.

Teguran tetap dapat disampaikan, tetapi dengan sopan dan tidak melukai. Sebaliknya, orang tua juga diajak menghargai orang muda tanpa merendahkan mereka.

Kasih yang tulus menjadi dasar relasi yang saling membangun. Dengan demikian, jemaat menjadi ruang perjumpaan yang ramah.

Tempat setiap generasi belajar mendengar, menegur, mengampuni, dan melayani bersama di hadapan Tuhan setiap hari. Amin.

 

Doa: Tuhan Yesus, mampukan kami membangun relasi penuh kasih. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
RENUNGAN PAGI GPIB SABDA BINA UMAT