Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 19 September 2026, 1 Timotius 6:17-21  Berharap Pada Allah Bukan Kepada Kekayaan

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 15:33 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : 1 Timotius 6:17-21

TEMA : BERHARAP PADA ALLAH, BUKAN KEPADA KEKAYAAN

"Peringatkanlah orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati" (ay.17).

Kekayaan sering menjadi percakapan yang menarik, sebab banyak orang menghubungkannya dengan keberhasilan, keamanan, dan kebahagiaan. Firman Tuhan tidak melarang orang memiliki kekayaan.

Namun, firman Tuhan menolong kita memahami sikap yang benar terhadap kekayaan, supaya hati tidak dikuasai kesombongan, rasa aman palsu, atau keinginan mengandalkan harta lebih daripada Allah.

Dalam bacaan malam ini, Paulus memerintahkan Timotius untuk memperingatkan orang-orang kaya agar jangan tinggi hati.

Kekayaan dapat membuat seseorang merasa lebih unggul daripada orang lain, padahal semua yang dimiliki manusia berasal dari kemurahan Allah.

Paulus juga menasihati mereka agar tidak berharap pada kekayaan, sebab kekayaan adalah sesuatu yang tidak tentu.

Harta dapat bertambah, berkurang, hilang, atau tidak sanggup menolong manusia dalam keadaan tertentu.

Sebaliknya, orang percaya harus berharap kepada Allah yang hidup, yang dalam kekayaan-Nya memberikan segala sesuatu untuk dinikmati.

Paulus kemudian menegaskan bahwa orang kaya harus berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi, dan rela berbagi.

Dengan demikian, kekayaan tidak menjadi berhala, tetapi sarana untuk melayani, menolong sesama, dan mengumpulkan dasar yang baik bagi hidup yang sebenarnya.

Malam ini kita diingatkan untuk tidak menjadikan kekayaan sebagai keselamatan.

Kita boleh bekerja, sumber kebahagiaan dan mengelola berkat, dan menikmati pemberian Tuhan dengan syukur.

Namun, hati kita harus tetap rendah hati dan tertuju kepada Allah. Kekayaan adalah titipan, bukan tuan.

Karena itu, berharaplah kepada Tuhan Yesus, gunakanlah berkat dengan bijak, dan jadilah saluran kasih bagi sesama.

Ketika Allah menjadi pusat hidup, kita bebas dari keserakahan, mampu berbagi dengan sukacita, dan menemukan damai yang tidak bergantung pada keadaan ekonomi. Amin.

 

Doa: Tuhan Yesus, ajarlah kami berharap kepada-Mu, bukan kepada kekayaan. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
RENUNGAN MALAM GPIB SABDA BINA UMAT