Pembacaan Alkitab : Yesaya 1: 10-18
TEMA : TUHAN PULIHKAN DARI DOSA
Marilah, baiklah kita beperkara! - firman TUHAN - Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; ... (ay.18)
Mampukah manusia menyelamatkan diri? Realitas hidup bangsa pilihan memperlihatkan bahwa manusia tidak bisa menyelamatkan diri dari kuasa dosa.
la cenderung melawan Allah pada satu sisi dan menjadi sombong tatkala berhasil sehingga yang positif pun bisa membawanya kepada dosa pada sisi lain.
Apakah kita menjadi pesimis dengan pernyataan ini? Marilah kita renungkan kasih Tuhan.
Masalah terbesar umat saat itu adalah ibadah tanpa ketaatan dan kehidupan yang tidak mencerminkan keadilan serta kasih Tuhan.
Tuhan menuntut pertobatan nyata: "Basuhlah, bersihkanlah, belajarlah berbuat baik" (ay. 16-17).
- Pemberontakan terhadap Tuhan - Mereka disebut "pemimpin Pemberontakan terhadap Tuhan Sodom dan Gomora" (ay. 10), yang menunjukkan betapa rusaknya moral dan rohani mereka.
- Ibadah hanya lahiriah Mereka rajin mempersembahkan kurban, berdoa dan merayakan hari raya, tetapi hati mereka jauh dari Tuhan (ay. 11-15).
- Kemunafikan rohani - Kehidupan sehari-hari mereka tidak sesuai dengan ibadah. Tangan mereka penuh dengan darah, artinya mereka melakukan penindasan, ketidakadilan dan kekerasan (ay. 15).
- Ketidakadilan sosial - Mereka mengabaikan hukum Tuhan, tidak membela yatim piatu dan janda, serta tidak hidup benar di tengah masyarakat (ay. 17.
Pertobatan membawa pengampunan mengundang umat untuk "berperkara", berdialog mendalam dengan-Nya.
Kata ini bukan sekadar debat, melainkan undangan kasih untuk menyelesaikan dosa.
Dosa mereka yang "merah seperti kirmizi" dapat diputihkan "seperti salju". Artinya, dosa yang begitu pekat sekalipun dapat diampuni oleh kasih karunia Tuhan.
Gereja di Indonesia bergumul dengan banyak tantangan: korupsi, ketidakadilan, kekerasan dan diskriminasi.
Ayat ini menyampaikan pasan bahwa Tuhan mampu memulihkan masyarakat yang rusak, asalkan umat-Nya sungguh-sungguh bertobat dan menjadi teladan hidup benar. Amin.
Doa: Tuhan, pulihkanlah kawal dari dosa sehingga kami dapat berkarya dao memulakan Mu. Amin
Editor : Alfianne Lumantow