Pembacaan Alkitab : Yesaya 1 : 19-20
TEMA : PEMULIHAN JIWA DAN ROH: ANUGERAH ALLAH DAN RESPONS KETAATAN
"Jika kamu mau taat dan mendengarkan, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu." (ay.19)
Seorang anak yang lama merantau pulang membawa beban kesalahan dan rasa bersalah. Saat mengetuk pintu rumah, ia didera kecemasan apakah akan diterima atau ditolak.
Alih-alih kemarahan, ia mendapati pelukan hangat yang memulihkan. Demikianlah Allah menyambut kita.
Saat kita menjauh karena dosa, anugerah pemulihan jiwa dan roh-Nya selalu tersedia.
Tuhan tidak menuntut kesempurnaan, melainkan kerelaan hati kita untuk berbalik dan menanggapi kasih-Nya melalui pertobatan serta ketaatan.
Anugerah pemulihan yang sama juga Allah tawarkan kepada bangsa Israel. Ketika mereka jatuh dalam dosa karena memberontak kepada Allah, menyembah berhala, dan hidup dalam ketidakadilan, Allah tidak langsung membinasakan mereka.
Sebaliknya, Allah mengulurkan anugerah-Nya dan menyatakan: "Jika kamu mau menurut dan mendengarkan, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu."
Ayat ini menegaskan bahwa anugerah pemulihan Allah tidak bekerja dalam kekosongan; ada respons ketaatan yang dituntut dari kita.
"Menurut dan mendengarkan" adalah keputusan radikal untuk berhenti memberontak dan mulai tunduk pada otoritas Nya.
Namun, sejarah mencatat bahwa Israel gagal memenuhi tuntutan ketaatan ini karena kedegilan hati mereka.
Manusia pada dasarnya tidak mampu taat dengan kekuatannya sendiri. Oleh karena itulah Yesus Kristus datang.
Undangan-Nya dalam Matius 11:28-30 untuk "datang dan belajar kepada-Ku" adalah jawaban atas kegagalan kita. Di dalam Yesus, kita tidak hanya dituntut untuk taat, tetapi dimampukan oleh Roh-Nya untuk taat.
Kelegaan dan tetapi dimampukan oleh Roh-Nya untuk pemulihan jiwa yang sejati terjadi saat kita berhenti menyalahkan orang lain, menanggalkan ego, dan memikul "kuk" ketaatan bersama Yesus.
Sambutlah anugerah pemulihan-Nya hari ini. Jangan tiru ketidaktaatan Israel, melainkan datanglah kepada Kristus dengan hali yang hancur, siap dibentuk, dan berkomitmen untuk setia Amin.
Doa: Tuhan, tolonglah kami karena kelemahan yang masih kami alami, dan tuntunlah agar kami benar-benar Engkau pulihkan. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow