Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 21 September 2026, Yesaya 12:4-6  Bersyukur Bersaksi Bersorak Tuhan Memulihkan Jiwa Dan Ro

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 10:40 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Yesaya 12:4-6

TEMA : BERSYUKUR, BERSAKSI, BERSORAK: TUHAN MEMULIHKAN JIWA DAN ROH

"Pada waktu itu kamu akan berkata, "Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur!" (ay.4)

Seorang pasien yang lama terbaring sakit akhirnya pulih. Dengan sukacita, ia bukan hanya berterima kasih kepada dokter, tetapi juga menceritakan pengalamannya dan merayakan hidup baru yang diterimanya.

Sukacitanya tak dapat disimpan sendiri, ia bersaksi karena pemulihan yang nyata. Demikian pula ketika Tuhan memulihkan jiwa dan roh kita, respons kita bukan sekadar merasa lega, melainkan menyatakan syukur, kesaksian dan sukacita untuk memuliakan nama-Nya.

Nabi Yesaya menggambarkan respons umat setelah mengalami keselamatan dari Allah.

Pemulihan rohani selalu melahirkan rasa syukur karena disadari bahwa semuanya berasal dari kasih karunia-Nya.

Syukur bukan hanya ucapan, tetapi sikap hati yang mengakui kebaikan Tuhan.

Keselamatan membawa kita pada penyembahan. Orang yang dipulihkan tidak lagi berpusat pada diri sendiri, melainkan memuliakan Tuhan melalui pujian, ucapan syukur dan kesaksian hidup.

Karena itu, umat diajak untuk memberitakan perbuatan Tuhan kepada orang lain.

Kesaksian adalah ungkapan pengalaman iman bahwa Allah bekerja dalam hidup manusia sehingga pemulihan pribadi menjadi berkat bagi sesama.

Iman tidak bersifat pribadi semata, tetapi juga menjadi terang bagi dunia. Gereja dipanggil untuk menyatakan karya Allah di tengah masyarakat.

Sukacita yang digambarkan Yesaya menunjukkan keyakinan bahwa Tuhan hadir dan menyertai umat-Nya.

Sukacita rohani bukan sekadar emosi sesaat, melainkan tanda hubungan yang benar dengan Allah.

Dari sanalah kita memperoleh kekuatan untuk menghadapi kehidupan dengan pengharapan yang teguh.

Pertanyaan untuk direnungkan:

(1) Apakah saya masih memelihara hali yang bersyukur Tuhan?

(2) Apakah hidup saya menjadi kesaksian kebaikan Tuhan?

(3) Bagaimana saya bisa membawa sukacita dan menguatkan orang lain? 

Pertanyaan tesebut akan membawa kemajuan bagi din dan sesama sehingga sukacita mengalir memenuhi kehidupan. Amin.

Doa: Ya Tuhan, aku mau bersyukur atas kasih-Mu yang melebihi apapun: Engkau memberikan yang terbalk, melampaui permintaanku. Terpujilah Engkau selalu. Amin

Editor : Alfianne Lumantow
RENUNGAN MALAM GPIB SABDA BINA UMAT