Pembacaan Alkitab : Yesaya 26: 1-6
TEMA : HATI YANG TEGUH DIPENUHI DAMAI SEJAHTERA
"Yang teguh hatinya Kaujagai dengan damai sejahtera, damai sejahtera sebab kepada-Mulah ia percaya." (ay.3)
Di tengah badai yang mengguncang laut, sebuah mercusuar tetap berdiri kokoh. Cahayanya tidak padam meski terus-menerus diterpa angin dan ombak.
Kapal-kapal yang melihatnya pun berhasil menemukan arah pulang dan ketenangan, karena ada penuntun yang tak tergoyahkan.
Demikianlah gambaran hati yang teguh di dalam Tuhan. Di tengah badai kekhawatiran dan tekanan hidup, ada damai sejahtera yang menjaga kita dari dalam.
Saat kita menaruh kepercayaan penuh kepada-Nya, hati tidak mudah goyah, melainkan dipenuhi ketenangan yang melampaui segala keadaan.
Nabi Yesaya pernah menggambarkan kepercayaan umat kepada Tuhan dalam situasi yang sulit.
Ia melukiskan keselamatan seperti sebuah kota yang kuat dengan tembok perlindungan yang kokoh.
Tuhan adalah tempat aman kita. Perlindungan sejati bukan dari manusia, melainkan dari Allah.
Damai sejahtera bukan berarti hidup bebas dari masalah melainkan ketenangan batin yang lahir dari relasi intim dengan Tuhan.
Damai inilah yang memberi kita keyakinan akan penyertaan-Nya, serta keteguhan untuk menghadapi masa depan.
Hati yang teguh tidak mudah digoyahkan; ia tetap percaya meski keadaan belum berubah.
Iman kepada Tuhan memberikan kekuatan batin dan rohani yang nyata. Kepercayaan kepada-Nya menolong kita menghadapi kecemasan, ketakutan, dan memelihara pengharapan.
Sebaliknya, kesombongan dan sikap mengandalkan diri membawa kita pada kejatuhan.
Yesaya menegaskan bahwa Tuhan merendahkan mereka yang tinggi hati, tetapi menopang orang yang rendah hati.
Karena itu, marilah kita hidup berserah kepada-Nya. Kerendahan hati dan iman yang teguh, membuat kita menemukan damai sejahtera sejati serta kekuatan di tengah badai kehidupan.
Pertanyaannya, apakah hati kita teguh bersandar pada Tuhan atau dikuasai oleh kecemasan? Apa yang membuat kita mudah goyah? Yakin dan percayalah kepada-Nya. Amin.
Doa: Ya Tuhan, aku aman dan dan tenang, sebab Engkau menjagaku. Aku akan tetap hidup di dalam Engkau, walaupun badai kehidupan menerpaku. Amin
Editor : Alfianne Lumantow