Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu,  26 September 2026, Yesaya 35:5-7  Tuhan Memulihkan Jiwa Dan Roh Hidup Bersemi Kembali

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 13:39 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Yesaya 35: 5-7

TEMA : TUHAN MEMULIHKAN JIWA DAN ROH, HIDUP BERSEMI KEMBALI

"Pada waktu itu, mata orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang tuli akan dibuka" (ay. 5)

Bayangkan seseorang berjalan lama di padang yang kering- tanah retak, udara panas, dan tanpa tanda kehidupan.

Setiap langkah terasa berat, bukan hanya bagi tubuh, tetapi juga bagi hati: lelah, kosong, dan hampir kehilangan harapan.

Namun, tiba-tiba terdengar gemericik air. Sebuah mata air kecil muncul dan tanah yang kering itu pun kembali bersemi.

Nabi Yesaya menegaskan bahwa pemulihan mental dan rohani lahir dari kehadiran Allah yang diterima dengan pengakuan dan kejujuran hati.

Dalam kehidupan pribadi, pemulihan dimulai ketika kita berani berkata jujur: "Saya lelah", "Saya kosong", "Saya terluka".

Tanpa kejujuran, tidak ada pemulihan yang sejati. Doa pun menjadi terbuka, bukan formalitas; firman Tuhan dicari sebagai arah hidup, bukan sekadar kewajiban.

Dan kita belajar memberi waktu, sebab pemulihan tidak terjadi secara instan.

Ungkapan "Padang gurun menjadi berair" menggambarkan perubahan batin yang mendalam.

Padang gurun adalah simbol kelelahan, kehampaan dan luka yang belum sembuh.

Sementara itu, air yang memancar adalah tanda kehidupan baru, harapan yang dipulihkan sebagai tanda karya Tuhan yang memulihkan.

Tidak ada kondisi batin yang terlalu rusak untuk dipulihkan oleh-Nya.

Dalam kehidupan gereja, pemulihan seharusnya menghadirkan ruang yang aman, bukan ruang yang menghakimi.

Pemulihan yang diterima tidak berhenti pada diri sendiri, melainkan menjadi kesaksian dan berkat bagi sesama.

Demikian juga dalam relasi sehari-hari, kita dipanggil untuk hadir, mendengar tanpa menghakimi dan saling menguatkan.

 

Marilah kita bertanya pada diri sendiri: Apakah saat ini saya sedang mengalami kekeringan batin secara mental atau rohani?

Apakah saya menjadi saluran penguatan dan penghiburan bagi orang lain?

Dan bagaimana saya dapat semakin bersandar kepada Tuhan untuk memperoleh kekuatan dan pemulihan? Amin.

 

Doa: Ya Tuhan, kami percaya akan kuasa kasih-Mu, ampuni ada keraguan karena kelemahan Iman kami. Amin

Editor : Alfianne Lumantow
RENUNGAN PAGI GPIB SABDA BINA UMAT