Pembacaan ALkitab : Kisah Para Rasul 6:1-4
TEMA : BERBAGI TUGAS PELAYANAN
"Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap...". (ay.1)
Pernahkah kita merasa kewalahan karena ingin menuntaskan seluruh tugas atau pekerjaan kita dengan sempurna?
Apakah kita yakin mampu melakukan segala hal, tanpa kehadiran orang lain?
Saya yakin kita menyadari keterbatasan dan kerapuhan diri, sepakat berkata, "mustahil".
Namun, kita menyadari dan mengakui bahwa dalam kebersamaan ada kekuatan; dalam kekuatan ada potensi untuk membangun kehidupan, termasuk persekutuan umat Tuhan.
Pembacaan hari ini mengisahkan langkah strategis yang ditempuh para rasul menyikapi bertambahnya jumlah jemaat.
Muncul keluhan dari orang Kristen-Yahudi berbahasa Yunani terhadap orang Kristen-Yahudi berbahasa Ibrani.
Rupanya, pelayanan terhadap para janda miskin terabaikan karena kekurangan tenaga pelayan. Para Rasul berada di persimpangan jalan.
Mereka bisa saja memaksakan diri melayani meja sambil tetap berkhotbah, tapi mereka memilih langkah yang revolusioner: prioritas dan delegasi.
Mereka sadar tidak bisa menjadi "Superman" yang menguasai semua bidang.
Mereka berkata, "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja."
Ini bukan berarti melayani meja itu rendah, melainkan tentang memelihara komitmen pelayanan dan menjaga integritas kesaksian.
Sering kali kita terjebak dalam kesibukan yang "baik," namun "terbaik.". kita dari tugas yang sebenarnya menjauhkan Pertanyaannya, apakah panggilan utama kita saat ini?
Jangan rutinitas mematikan gairah spiritual atau visi besar fundamental. Sebab itu, dipilihlah tujuh orang yang penuh Roh dan hikmat.
Melayani Tuhan tidak melulu soal podium. Seluruh pelayanan sama. Keunggulan komunitas iman bukan terletak pada harmoni persekutuan umat Tuhan.
Mari berhenti mencoba menjadi segalanya bagi semua orang. Fokuslah pada bagian kita masing-masing dan percayakan rekan sepelayanan untuk turut ambil bagian dalam pelayanan. Semua untuk kemuliaan Tuhan yang lebih akbar. Amin.
Doa: Tuhan, kejernihan pikiran untuk melayani dan kesediaan hati untuk saling menolong dalam melayani pekerjaan-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow