Paembacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 9:1-16
TEMA : TUHAN MEMILIH DAN MENGUTUS
"Namun, firman Tuhan kepadanya, "Pergilah, sebab orang ini alat pilihan bagi- Ku untuk memberitakan nama-Ku di hadapan bangsa-bangsa..." (ay.15)
Pernahkah Saudara merasa hidup Saudara sudah berada di jalur yang benar, tetapi tiba-tiba Tuhan membelokkannya 180 derajat? Kita masing-masing tentu punya cerita.
Saulus juga punya kisahnya. Paulus memulai perjalanannya ke Damsyik dengan surat kuasa untuk amarah yang meluap-luap, membawa membinasakan pengikut Kristus.
Namun, di tengah jalan, sebuah cahaya surgawi merubuhkannya. Sang pengejar justru dikejar; sang penakluk ditaklukkan oleh kasih yang membuatnya bertekuk.
Teks ini membongkar sebuah rahasia ilahi tentang bagaimana Allah bekerja.
Tuhan tidak memilih Saulus karena ia orang baik, melainkan karena Tuhan melihat potensi di balik militansinya.
Narasi ini menjadi menarik saat kita melihat kontras antara Saulus yang buta dan tak berdaya dengan Ananias yang melihat ancaman lalu merasa ketakutan.
Saat Ananias memprotes rencana Tuhan karena rekam jejak buruk Saulus, Tuhan menjawab dengan sebuah deklarasi tegas: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi- Ku...."
Analisis mendalam dari kisah ini memperlihatkan bahwa pilihan Tuhan sering kali menabrak logika manusia.
Tuhan tidak memanggil mereka yang sudah siap dan murni; Dia memilih mereka yang bersedia dibentuk, bahkan dari latar belakang yang paling hancur sekalipun.
Ingatlah, pilihan Tuhan tidak pernah berhenti pada status. Tuhan memilih untuk mengutus.
Saulus dipilih bukan untuk menikmati kenyamanan rohani, melainkan untuk menderita bagi nama-Nya dan membawa berita keselamatan kepada bangsa- bangsa lain.
Renungkanlah bahwa masa lalu kita tidak pernah lebih besar dari kuasa pilihan Tuhan.
Ketika Dia memilih kita, Dia juga sedang membekali kita untuk sebuah utusan mulia.
Jangan takut pada ketidakmampuanmu, karena saat Tuhan mengutus, Dia sendiri yang akan menyertai langkahmu. Amin.
Doa: Tuhan, teguhkanlah hati kami supaya menjawab panggaan Mu dengan tulus dan melakukan pengutusan-Mu dengan setia. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow