Pembacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 9:17-19a
TEMA : MENJADI ALAT PILIHAN TUHAN
"Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. la menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya, "Saulus, Saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu..." (ay.17)
Lanjutan kisah pertemuan Saulus dan Ananias menampilkan momen transformasi yang menginspirasi.
Ananias menumpangkan tangan, mata Saulus terbuka, Roh Kudus turun, dan Saulus dibaptis.
Dalam peristiwa singkat itu, kita melihat pola ilahi: panggilan, pemulihan, dan pengutusan.
Saulus bukan kandidat yang layak menurut standar manusia; ia penganiaya, keras hati, penuh dosa.
Namun, Tuhan memilihnya bukan karena kebaikan masa lalu, melainkan karena rencana keselamatan yang lebih besar.
Menjadi alat pilihan Tuhan berarti menerima sentuhan yang mengubah. Itu bukan sekadar status istimewa, melainkan proses.
Penglihatan baru menggantikan kebutaan, hati yang dipenuhi Roh menggantikan kebencian, tindakan iman menggantikan ketakutan.
Ananias sendiri menjadi perantara. Maknanya, panggilan sering kali melibatkan orang lain yang berani percaya dan bertindak.
Renungan ini menantang kita untuk jujur tentang keterbatasan dan dosa, tetapi juga mengundang kita percaya pada kasih karunia Allah yang melampaui rekam jejak diri kita.
Jika kita merasa tak layak, ingatlah Saulus bukan latar belakang yang menentukan, melainkan ketaatan pada suara Tuhan.
Beranilah membuka tangan untuk menerima, membuka mulut untuk mengaku dan membuka hidup untuk dipakai.
Ingatlah, kalau Tuhan memilih kita, maka Tuhan mau kita mengalami cinta dan kuasa-Nya yang lebih besar.
Serahkanlah masa lalu kita pada Tuhan, lalu Tuhan menulis ulang masa depan kita.
Mari beranilah menjadi saluran kasih. Berdoalah agar Roh memulihkan. Bersiaplah melangkah ketika Tuhan memilihmu.
Latihlah kerendahan hati, konsisten berdoa, dan berani melayani. Biarkan hidup kita menjadi saksi nyata bahwa Tuhan memilih bukan karena kita sempurna, tetapi karena la setia selamanya. Amin
Doa: Roh Kudus, teruslah mengobarkan semangat pelayanan kami sesual talenta, pengalaman dan kesempatan yang Engkau ben. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow