Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis, 1 Oktober 2026,  Kisah Para Rasul 9:26-31  Ragu-Ragu Terhadap Orang Baru

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 10:19 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Kisah P. Rasul 9:26-31

TEMA : RAGU-RAGU TERHADAP ORANG BARU

"Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid- murid, tetapi semua takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya bahwa ia juga seorang murid." (ay. 26).

Pertobatan yang nyata sering menimbulkan kegelisahan di antara mereka yang masih terikat pada masa lalu pelaku.

Seseorang yang bertobat bukan hanya harus bisa berdamai dengan masa lalunya, tapi juga meyakinkan orang lain agar sanggup menerima dirinya yang sudah hidup baru.

Kisah Saulus yang mengalami pertobatan dengan menerima Yesus, memaksa komunitas orang percaya untuk memilih.

Menerima atau menolak. Ragu terhadap petobat baru bukan sekadar ketakutan moral, melainkan refleksi luka, trauma, dan kebutuhan akan bukti.

Gereja perdana merespons dengan tindakan praktis. Menurunkan Saulus dari tembok untuk menyelamatkannya, menunjukkan bahwa keraguan harus diimbangi dengan kasih yang melindungi.

Bagaimana dengan kita, apakah kita cepat menilai atau mau memberi ruang bagi proses pertobatan yang sering berantakan dan lambat.

Pertobatan sejati menuntut waktu, buah, dan komunitas iman yang berani menanggung risiko.

Kita dipanggil menjadi jemaat yang bijak: tidak naif menerima semua klaim, tetapi juga tidak sinis menolak setiap perubahan.

Sikap sehat memadukan pengujian dengan belas kasih, batas yang tegas dengan kesempatan untuk pemulihan.

Pergulatan hidup Saulus, sang petobat baru mengingatkan bahwa pengaruh baru bisa mengancam status quo.

Ketika seseorang berubah, ia menjadi cermin yang memantulkan kegagalan komunitas sendiri.

Daripada ragu yang mematikan, biarlah keraguan itu menjadi pintu dialog, pengawasan yang membangun, dan tindakan penyelamatan.

Dengan demikian, gereja menjadi tempat di mana pertobatan diuji, dipelihara, dan pada akhirnya menghasilkan kesaksian yang mengubah dunia.

Mari kita belajar menyeimbangkan kebijaksanaan dan belas kasih. Ujilah buah pertobatan.

Beri pendampingan dan berani melindungi mereka yang baru datang. Dengan cara itu, iman bertumbuh dan pengaruh Injil semakin nyata di sekitar kita.  Amin.

 

Doa: Tuhan, bentuklah kami menjadi gereja yang terbuka dan mau menerima mereka yang baru mengalami Engkau. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
RENUNGAN MALAM GPIB SABDA BINA UMAT