Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Jumat, 2 Oktober 2026, Kisah Para Rasul 15:1-12  Musyawarah Untuk Mufakat

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 10:22 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Kisah P. Rasul 15:1-12

TEMA : MUSYAWARAH UNTUK MUFAKAT

"Lalu bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan persoalan itu". (ay. 6)

Gereja mula-mula menghadapi persoalan teologis dan praktis yang menentukan: apakah orang bukan Yahudi harus disunat untuk diselamatkan.

Perdebatan memanas antara mereka yang menekan- kan hukum Musa dan mereka yang menegaskan keselamatan oleh kasih karunia.

Di tengah ketegangan itu, Paulus dan Barnabas bersaksi tentang tanda-tanda dan mukjizat yang menyertai pelayanan mereka, sementara Petrus mengingatkan jemaat bahwa Roh Kudus telah bekerja tanpa memandang asal-usul manusia.

Musyawarah yang terjadi bukan sekadar perdebatan intelektual, melainkan upaya spiritual, yakni mencari kehendak Allah bersama (communal discernment).

Renungan ini mengajak kita melihat tiga pelajaran. Pertama, mufakat lahir dari mendengar. M

endengar kesaksian, mendengar Roh, dan mendengar firman. Kedua, mufakat memerlukan kebera nian untuk menegakkan kebenaran sekaligus kerendahan hati untuk menerima bukti karya Allah di luar ekspektasi kita.

Ketiga, mufakat menghasilkan keputusan yang memerdekakan. Ketika jemaat memilih kasih karunia sebagai dasar, pintu injil terbuka lebih lebar bagi bangsa-bangsa.

Kini gereja berhadapan dengan beragamnya dinamika kehidupan. Ketika isu-isu baru muncul, kita dipanggil bermusyawarah bukan untuk membuktikan siapa pemenang.

Melainkan untuk menemukan jalan kesetiaan pada Injil dan berbelas kasih kepada sesama yang kurang. 

Musyawarah yang dipimpin Roh menghasilkan mufakat yang memelihara kesatuan dan memperluas misi.

Mari kita belajar mendengar lebih dari berbicara, menguji lebih dari menghakimi, dan memilih kasih karunia sebagai dasar keputusan bersama.

Dengan demikian, gereja menjadi saksi yang hidup bagi dunia yang haus akan keadilan dan belas kasih. Biarlah setiap musyawarah kita dipenuhi doa, kerendahan hati, dan keberanian untuk bertindak.

Ketika jemaat mufakat, Injil bergerak lebih cepat namun tetap berhikmat. Itulah jalan menuju gereja yang sehat serta berbuah manis dan lebat. Amin

 

Doa: Tuhan, kokohkanlah fondasi persekutuan kami agar terus terbangun, baik dalam kuantitas maupun kualitas hidup beriman. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
RENUNGAN PAGI GPIB SABDA BINA UMAT