Pembacaan Alkitab : Kisah P. Rasul 17: 10-15
TEMA : RELA HATI, MEMBANGUN RELASI
"Orang-orang Yahudi di kota itu lebih terbuka hatinya daripada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati...." (ay. 11)
Narima ing pandum, demikian Mbah Mur berkata pada cucunya yang mulai beranjak dewasa. Ya, menerima dengan ikhlas.
Rela hati tidak dengan sedih lalu paksa diri. Itulah yang akan menyehatkan nurani dan membuat hidup semakin terberkati.
Di Berea, orang- orang "lebih mulia" karena mereka dengan ikhlas dan rela hati mendengar, lalu menelaah Kitab Suci setiap hari. Mereka tidak sekadar kagum.
Mereka aktif mencari kebenaran. Ketika kabar dari Tesalonika datang mengganggu, komunitas itu tidak panik.
Mereka bertindak bijak. Mereka menerima pemberitaan Injil, lalu mengambil langkah praktis untuk keselamatan Paulus dengan mengantarkan- nya ke laut.
Kisah ini mengajarkan kita bahwa rela hati bukan hanya soal kebaikan sentimental, melainkan kombinasi kerendahan, ketegasan, dan tanggung jawab komunal.
Kerendahan membuka telinga untuk mendengar, ketegasan menuntut pengujian agar iman tidak mudah digoyahkan, tanggung jawab bersama memanggil kita untuk melindungi dan mengantar sesama dalam panggilan mereka.
Relasi yang sehat lahir ketika jemaat berani memberi ruang bagi kebenaran sekaligus menanggung risiko bersama.
Marilah mendengar tanpa prasangka, ujilah dengan firman, dan bertindaklah untuk keutuhan persekutuan.
Jangan biarkan ketakutan atau iri hati memutus tali persaudaraan. Sambutlah yang baru dengan telinga yang siap belajar, hati yang siap berubah, dan tangan yang siap menolong.
Ketika kita rela, relasi tumbuh menjadi jembatan bagi pekabaran Injil. Sebaliknya, bila kita ragu lalu menutup hati, maka kesempatan pun pergi.
Berela-hatilah dalam pertemanan, pelayanan, dan keluarga. Buka telinga untuk mendengar kebenaran, buka tangan untuk menolong, dan buka hati untuk menanggung.
Dengan begitu gereja menjadi rumah di mana pengetahuan bertambah, iman bertumbuh dan relasi menguat agar pelayanan gereja lebih bermanfaat. Amin.
Doa: Tuhan, berikanlah kami kerelaan hati untuk membagun relasi kasih bagi kehidupan yang lebih terberkati selamanya. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow