Pembacaan Alkitab : 2 Tawarikh 1:1-6
TEMA : KEPEMIMPINAN TEOSENTRIS: HIKMAT SEBAGAI FONDASI KEDAULATAN
Kesanalah Salomo dan jemaah itu meminta petunjuk TUHAN (ay.5)
Filsuf Yunani kuno, Plato, merumuskan konsep "Raja Filsuf (Philosopher King): seorang pemimpin ideal yang mengandalkan kebijaksanaan tinggi dan karakter moral (keadilan, keberanian) untuk mencapai kebenaran universal dan memimpin masyarakat.
Model ini berbasis pada kemampuan intelektual dan moral manusia.
Namun, kepemimpinan Raja Salomo menawarkan fondasi yang berbeda, yaitu berpusat pada Allah.
Salomo memulai pemerintahan- nya dengan mencari dan mengandalkan Yahweh untuk memperoleh Hikmat Ilahi (Chokmah).
Kekuatan Salomo tidak berasal dari warisan atau ambisi pribadinya, melainkan dari pengukuh kedaulatan Allah atas Israel dan juga pencarian akan hikmat Allah sebagai dinamisator dan katalisator kepemimpinan.
Ini adalah paradigma spiritualitas kepemimpinan yang esensial bahwa kekuasaan dan kemuliaan sejati adalah mandat dari surga, bukan upaya pribadi.
Salomo memahami bahwa untuk menjadi pemimpin yang kuat, ia harus terlebih dahulu memohon campur tangan kuasa Allah (2 Tawarikh 1:1).
Kepergian Salomo ke Gibeon memperlihatkan komitmennya. Tindakan ini bukan sekadar ritual, melainkan sebagai pengudusan dan pengakuan bahwa sebagai pemimpin dirinya adalah mandataris pemerintahan Ilahi.
Ibadah dan pesembahan kurbannya juga merupakan simbol pengintergasian masa depan pemerintahannya ke dalam sejarah perjanjian keselamatan Tuhan.
Di sana, Salomo tidak meminta umur panjang, kekayaan, atau pemusnahan musuh, tetapi ia meminta hikmat (Chokmah) yang bukan hanya kecerdasan kognitif, tetapi juga kemampuan praktis dan spiritual untuk memerintah dengan keadilan (mishpat), kebenaran (tsedeq).
Ia juga meminta yada, hati yang mampu membedakan antara yang baik dan jahat.
Inilah rupa dan definisi sejati kepemimpian kristiani. Bukan berbasis pada kecakapan, prestasi, dan jasa.
Tetapi sepenuhnya berbasis dan berpusat pada komitmen untuk menjadikan nilai moral dan etika spiritual sebagai pusat visi, misi dan kinerja. Amin.
Doa: Kami bersyukur atas segala kasih karunia dan berkat-Mu dalam kehidupan kami, sehingga kami beroleh segala yang baik dari Tuhan. Mampukan kami Tuhan untuk menjadi saluran berkat dalam segala perbuatan yang baik bagi kemuliaan-Mu. Amin
Editor : Alfianne Lumantow