Pembacaan Alkitab : 2 Tawarikh 2:4-6 KERENDAHAN HATI DI HADAPAN KEBESARAN ALLAH
"Ketahuilah, aku hendak mendirikan rumah bagi nama TUHAN, Allahku, untuk menguduskannya bagi Dia..." (ay. 4a)
Setiap orang memiliki tujuan dalam melakukan segala sesuatu. Setiap orang berusaha dengan segala cara untuk mencapai dan mewujudkan impian tersebut. Impian terbesar dari raja Salomo adalah mendirikan rumah besar bagi nama Tuhan.
Dalam bacaan Alkitab (ayat 4-6) mengungkapkan tujuan utama Salomo mendirikan rumah bagi Tuhan.
Tujuan pendirian rumah bagi nama Tuhan ini bukan semata-mata disampaikan kepada pembesar-pembesar Israel dan umat Israel sendiri, tetapi secara terbuka dan jujur Salomo menjelaskan kepada raja Huram (raja negeri Tirus) tujuan utama bait Allah itu.
Melalui bacaan Alkitab hari ini (ayat 4), raja Salomo menjelaskan kepada raja Huram dari Tirus tujuan utama pembangunan Bait Suci: untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan yang Maha Besar.
Salomo menegaskan bahwa meskipun bait itu harus agung, tidak ada bangunan di bumi yang benar-benar cukup besar untuk menjadi tempat kediaman Allah.
Salomo menegaskan rumah bagi Tuhan, harus besar (sebesar hati orang yang mau membangunnya), sebab Allah yang kita sembah adalah Allah yang lebih besar dari dunia ini.
Salomo membuat pernyataan iman yang luar biasa: "Rumah yang hendak kudirikan itu harus besar, sebab Allah kita lebih besar dari segala allah." (ayat 5).
Salomo memperlihatkan ketulusan dan kerendahan hatinya, karena itu Salomo bertanya, "Tetapi siapakah yang mampu mendirikan rumah bagi Dia sedangkan langit, bahkan langit segala langit pun tidak dapat muat bagi Dia?" (ayat 6a).
Bacaan kita mau menegaskan bahwa bukan hanya memberi dan membangun yang penting, tetapi juga memberikan yang terbaik bagi Tuhan dalam pelayanan maupun ibadah kita. Selamat memiliki kerendahan hati. Amin.
Doa: Ya, Tuhan dan Allah kami, biarlah kami selalu menguduskan Engkau dan menjaga kekudusan-Mu dalam hidup kami. Ajarlah kami juga, selalu tekun dan rajin beribadah dan selalu mampu memberi persembahan syukur secara baik dan benar. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow