Pembacaan Alkitab : 2 Tawarikh 2:15-18
TEMA : KEBAIKAN HATI DIBALAS DENGAN BERLIMPAH KEMURAHAN
"Baiklah sekarang Tuanku mengirimkan kepada hamba-hamba Tuanku gandum dan jelai, minyak dan anggur yang Tuanku sebutkan" (ay. 15)
Dalam membangun dan mengerjakan sesuatu pekerjaan penting dan besar harus memiliki perencanaan dan strategi yang hebat.
Itulah juga konsep yang dijalankan oleh raja Salomo dalam membangun Bait Allah di Yerusalem. Salomo tidak hanya mengandalkan kekuatan Israel semata.
Salomo tidak bekerja sendiri atau mengandalkan semangat tanpa strategi. Dia memiliki visi kerja yang jelas dan terarah untuk keberhasilan.
Karena itu dia berani menggalang kekuatan dan potensi yang dimiliki bangsa lain.
Intinya, pembangunan Bait Allah juga melibatkan kerja sama lintas negara. Salomo meminta bantuan Raja Huram dari Tirus (kota Fenisia yang terkenal dengan ahli kayu) untuk mengirimkan kayu aras dari gunung Libanon, yang kemudian akan dihanyutkan melalui laut ke Yafo (baca ayat 15-16).
Untuk berhasil dalam pekerjaan, libatkan sebanyak mungkin orang yang mau bekerja.
Salomo mendata semua orang asing yang ada di Israel untuk dipekerjakan sesuai keahlian masing-masing.
Dalam bacaan Alkitab, Salomo membagi pekerjaan kepada 153.600 pekerja.
Salomo tidak bekerja sendiri atau mengandalkan semangat tanpa strategi.
Ia membagi pekerja menjadi beberapa divisi: 70.000 orang sebagai kuli untuk mengangkut barang: 80.000 orang sebagai tukang pahat batu di pegunungan dan 3.600 orang mandor untuk memastikan pekerjaan berjalan tertib dan sesuai standar.
Pelajaran bagi gereja adalah, Salomo melihat potensi dan talenta dari berbagai latar belakang, termasuk orang-orang non-Israel.
Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan Tuhan melibatkan banyak pihak dan tidak membatasi talenta seseorang berdasarkan latar belakang asalnya.
Dapatkah gereja melakukan cara demikian untuk pencapaian visi gereja?
Kerajaan Allah sering kali dibangun melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar komunitas iman, untuk mencapai tujuan yang kudus dan mulia. Amin.
Doa: Kami bersyukur kepada-Mu ya Tuhan atas hidup kelimpahan yang Engkau berikan, ajarlah kami selalu menghitung berkat-berkat-Mu, dan membagikannya juga untuk memenuhi kebutuhan orang lain, Amin,
Editor : Alfianne Lumantow