JAGOSATU.COM - Jika bukan sekarang, kapan lagi. Maka peluang juara itu harus dimaksimalkan. Sebab, peluang jaura timnas sepakbola senior Indonesia hanya ada di dua turnamen. Yakni, Piala AFF dan FIFA Asean Cup. Piala AFF yang digelar setiap dua tahun sekali, pada edisi 2026 Agsutus silam, Garuda tidak lolos di fase grup. Sekadar catatan, Indonesia belum sekaliupun juara Piala AFF sejak kali pertama digelar pada 1996 . Thailand sudah mengoleksi 7 gelar yang membuat mereka dijuluki Raja Sepakbola Asean. Sementara Indonesia enam kali masuk final dan semuanya berujung hanya runner up.
Yang kedua, FIFA Asean Cup 2026. Kejuaraan ini diikuti negara-negara Asean plus. Terbagi dalam dua divisi. Divisi 1 berisi tim yang peringkatnya di bawah 200 FIFA. Sedangkan Divisi 2, diikuti negara-negara yang beperingkat di atas 200 FIFA.
FIFA membagi Divisi I menjadi dua grup. Yakni Grup A, Indonesia, Malaysia, Singapura dan Bangladesh. Tiga negara Asean plus satu dari Asia Selatan takni Bangladesh. Sedangkan Grup A, Thailand, Vietnam, Filipina dan Pakistan dari Asia Selatan.
Turnamen ini kabarnya akan dihelat per 4 tahun sekali dan terjadwal setelah dua bulan gelaran Piala Dunia. Tapi, wacana itu belum sepenuhnya final.
Karena itu, kadung masuk final, rugi jika Indonesia tidak mengambil peluang juara. Apalagi main di kandang sendiri, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Indonesia ditunjuk FIFA sebagai pelaksana pertama dengan SUGBK dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung sebagai venue.
Pada Januari 2027, Indonesia juga akan tampil di Piala AFC (Kejuaraan Sepakbola negara-negara Asia). Menpora Erick Thohir yang juga Ketua Umum PSSI menargetkan Kevin Diks dkk melangkah hingga babak 8 besar. Sukur-sukur bisa ke semifinal.
Maka, yang realistis adalah mengangkat tropi FIFA Asean Cup. Tinggal selangkah lagi. Meskipun lawan di final adalah Thailand, tim yang selalu jadi momok Indonesia di Asia Tenggara. Timnas senior Indonesia sudah lama tak juara. Terakhir pada 1991 silam di arena Sea Games. Saat itu masih diwakili timnas senior. Pada 2023, Indonesia juga kembali meraih emas Sea Games, tapi diwakili tim U-23.
Urusan teknis pada akhirnya akan jadi nomor kesekian. Meski juga tak bisa dipandang sebagai pelengkap. Seperti kata eks striker Singapura, Noh Alam Syah, bahwa kemenangan Indonesia atas Bangladesh dio fase akhir babak grup sudah tidak berbicara teknis. Menurut legenda Arema Malang ini, timnas Indonesia bisa menang 9-2 atas Bangladesh karena bermain dengan hati. Walau dihantui kegagalan akibat kemenangan Malaysia 6-0 atas Singapura di stadion Si Jalak Harupat, keperkasaan Indonesia muncul di dua setengah menit akhir babak penambahan waktu. ‘’Dengan posisi skor 7-2, sementara Malaysia sudah selesai dengan skor 6-0 vs Singapura, ternyata membuat pasukan Indonesia tampil heroic. Dalam kurun tidak lebih dari tiga menit, bisa mencetak dua gol krusial yang mengantar Indonesia ke final, menggusur Malaysia yang sudah selebrasi duluan. Maka, bagi saya, tidaklah penting catatan pertemuan kedua tim di masa lalu saat jumpa Thaialnd di final. Sebab, Indonesia sudah menunjukkan karakter kuat ketika melumat Bangladesh 9-2 di bawah tekanan hebat Malaysia,’’ terang Alam Syah yang lama bermain di Liga Indonesia itu.
Siapapun yang diturunkan, harus bermain dengan segenap jiwa untuk merebut tropi yang sulit sekali diperoleh timnas Indonesia. ‘’urusan teknis akan menjadi faktor kedua setelah fighiting spirit. Indonesia memiliki modal itu dan peluang mengangkat tropi FIFA Asean Cup terbuka lebar,’’ tegasnya.
Di sisi lain, Indonesia dan Thailand melewati fase grup dengan cerita berbeda sebelum memastikan tiket partai puncak.
Indonesia lolos secara dramatis setelah bersaing ketat dengan Malaysia hingga matchday terakhir Grup A. Sementara Thailand lebih dulu mengamankan tiket final setelah meraih dua kemenangan awal di Grup B.
Road to Final Timnas Indonesia
Indonesia tergabung di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Skuad Garuda tidak terkalahkan dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Kemenangan besar atas Bangladesh menjadi penentu. Di pertandingan yang digelar bersamaan, Malaysia juga menang 6-0 atas Singapura.
Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi 7 poin dan memiliki selisih gol +9. Tapi Indonesia unggul produktivitas gol, yakni mencetak 11 gol berbanding 9 milik Malaysia. Garuda pun finis sebagai juara Grup A.
Hasil Indonesia di Fase Grup:
Indonesia 2-0 Singapura
Malaysia 0-0 Indonesia
Indonesia 9-2 Bangladesh
Road to Final Timnas Thailand
Thailand berada di Grup B bersama Vietnam, Filipina, dan Pakistan. Gajah Perang mengawali turnamen dengan dua kemenangan meyakinkan.
Thailand sudah memastikan tiket final setelah mengalahkan Vietnam di partai kedua. Pada laga terakhir, mereka kalah 1-2 dari Filipina.
Meski kalah, Thailand tetap finis sebagai juara Grup B. Thailand dan Vietnam sama-sama mengoleksi enam poin, tetapi Thailand unggul selisih gol.
Hasil Thailand di Fase Grup:
Pakistan 0-4 Thailand
Thailand 2-0 Vietnam
Thailand 1-2 Filipina
Dua juara grup akhirnya bertemu di partai puncak. Indonesia datang dengan catatan belum terkalahkan, sedangkan Thailand punya dua kemenangan dan satu kekalahan. Indonesia juga lebih produktif dengan 11 gol, sementara Thailand mencetak tujuh gol.
Sementara itu, Malaysia yang menjadi runner-up Grup A akan menghadapi Vietnam, runner-up Grup B, dalam perebutan posisi ketiga pada hari yang sama.
Jadwal Final FIFA ASEAN Cup 2026:
Senin, 5 Oktober 2026
Indonesia vs Thailand
21.00 WITA
Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta
PSSI mengumumkan tiket sebanyak 72 ribu tempat duduk ludes terjual. Artinya, laga final nanti malam tak ada kursi lowong lagi. Kecuali kursi VIP dan VVIP yang disediakan gai tamu khusus.
Presiden FIFA Gianni Infantino sudah tiba di Jakarta dan tadi sore sempat menemui Presiden Prabowo Subianto diantar Ketum PSSI Erick Thohir. Intantino yang sedang kampanye untuk pemilihan Presiden FIFA pada 2027 mendatang hampir pasti akan turut menyaksikan laga final ini.
4 Kali Jumpa di Final, Kalah Semua!
Indonesia memang bermain di kandang pada final FIFA ASEAN CUP 2026. Sayangnya, Garuda punya catatan buruk setiap jumpa Thailand di partai puncak.
Laga final akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10). Pertandingan tersebut sekaligus menjadi penentu siapa yang akan menjadi juara pertama dalam sejarah FIFA ASEAN Cup.
Dua favorit juara, Indonesia dan Thailand berjibaku, dan Indonesia diuntungkan dukungan penuh puluhan ribu penonton mengingat faktor tuan rumah.
Apalagi menurut akun instagram @timnasindonesia, tiket pertandingan sudah ludes. Tapi, patut diingat kalau Indonesia punya catatan kurang oke setiap jumpa Thailand.
Informasi yang dihimpun koran ini, Indonesia dan Thailand sudah bertemu empat kali di partai final sepanjang sejarahnya. Semuanya terjadi Piala AFF/Piala Tiger.
Dari empat duel itu, Indonesia selalu jadi pecundang. Bahkan pada pertemuan terakhir di final Piala AFF 2021, Indonesia kalah agregat 2-6 dari Thailand!
Pada duel yang digelar di Stadion Nasional Singapura karena dalam situasi Pandemi Covid-19, Indonesia kalah 0-4 dan imbang 2-2. Ini bisa jadi handicap untuk pasukan John Herdmann apabila tidak mewaspadai kekuatan Thailand.
Final nanti malam menjadi kesempatan skuad Garuda menyudahi rekor buruk atas Thailand, atau justru Thailand berjaya lagi.
Head-to-head Indonesia vs Thailand di final
Piala Tiger 2000 (1 leg)
Thailand vs Indonesia 4-1
Piala AFF 2002 (1 leg)
Thailand vs Indonesia 2-2 (Thailand menang adu penalti 4-2)
Piala AFF 2016 (2 leg)
Leg 1: Indonesia vs Thailand 2-1
Leg 2: Thailand vs Indonesia 2-0
Piala AFF 2021 (2 leg)
Leg 1: Indonesia vs Thailand 0-4
Leg 2: Thailand vs Indonesisa 2-2.(dbs/dts/krs)
Editor : Hairil Paputungan