JAGOSATU.COM - Penantian panjang 35 tahun berakhir Senin 5 Oktober 2026. Tepat di HUT ke-81, TNI, timnas sepakbola senior Indonesia menuntaskan puasa gelar yang terakhir direbut pada 1991 di Manila, Filipina. Kala itu, timnas senior meraih medali emas Sea Games.
Tiga dekade setengah menanti gelar itu, akhirnya datang juga. Lewat pertandingan dramatis, Kevin Diks dkk berhasil merebut tropi FIFA Asean Cup 2026 yang baru kali pertama digelar. Ini juga sekaligus mengobati kekecewaan fans merah putih setelah kegagalan timnas Garuda di Piala AFF 2026 yang digelar Agustus lalu.
Tadi malam, kiper Emil Audero Mulyadi tampil heroik dengan menggagalkan tendangan Nattapong Sayriya yang jadi penendang penalti keempat Thailand. Indonesia menang dengan skor 4-2, setelah di waktu nornal 2x45 menit imbang 1-1 dan juga tetap seri 2-2 di babak ekstra trime 2x15 menit.
Momen 4 Desember 1991 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Eddy Harto, kiper timnas Indonesia menggagalkan penalti terakhir Thailand. Pasukan yang diasuh pelatih Anatoli Polosin mempersembehkan emas bagi kontingen Indonesia.
Setelah itu, emas cabang sepakbola baru bisa diraih kembali pada Sea Games 2023 Kamboja, namun sudah diwakili timnas U-23, bukan lagi timnas senior.
Praktis gelar tadi malam menjadi pelipur dahaga 280 juta rakyat Indonesia atas prestasi timnas Indonesia, khususnya di level Asean. Lebih membanggakan, skuad asuhan John Herdman ini mengalahkan lawan yang sama seperti 35 tahun silam, juga dengan adu penalti. Bedanya, pada 1991, kedua tim bermain 0-0 sampai babak ekstra time.
Indonesia layak merayakan gelar ini mengingat perjuangan yang melelahkan di empat laga pada turnamen resmi FIFA ini. Meski masih puasa gelar di turnamen dua tahunan Piala AFF, dengan 6 kali hanya jadi runner up, skuad yang kini berisi barisan pemain keturunan itu bisa menyudahi turnamen dengan happy ending. Hanya menang 2-0 atas Singapura, main 0-0 lawan Malaysia dan menang 9-2 secara dramatis lawan Bangladesh di Grup A, Ole Romeny dkk menunjukkan mental petarung yang luar biasa.
Di babak final yang disaksikan langsung 72 ribu penonton termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Presiden FIFA Gianni Infantino, Elkan Baggot, Rizky Ridho, Kevin Diks, Justin Hubner, Dean James, Calvin Verdonk dan seluruh punggawa timnas, menujukkan kepada publik tanah air bahwa mereka pun bisa meraih tropi sekaligus membayar dukungan spartan penonton seluruh tanah air.
Berimbang 2-2 dalam 120 menit, Garuda menang dan juara.
Gol pertama Indonesia dicetak Dean James dari tendangan bebas, sempat mengenai pemain Thailand dan berbelok arah. Lalu dibalas Sanron Iklas di akhir babak kedua.
Di babak extra time, Thailand yang tinggal main denmgan 10 orang tetap menunjukkan tajinya. Bahkan sempat tertinggal 1-2. Indonesia tak mau malu di depan pendukung sendiri.
Gol keunggulan Thailand dari sontekan Jude Soonsup-Bell, dibalas Elkan Baggot menjadi 2-2. Bek tengah yang tampil sempurna menggantikan peran Jay Idzes yang sedang cedera itu, menyepak umpan tarik Rizky Ridho hingga membobol gawang Gajah Perang. Skor 2-2 bertahan hingga peluit akhir.
Ole Romeny yang sudah terpincang-pincang digantikan Rayhan Hannan. Serangan Indonesia jadi sedikit lebih hidup.
Namun Thailand bisa unggul pada menit ke-110. Peeradol Chamrasamee membobol gawang Emil Audero lewat sepakan, dalam serangan balik cepat. Indonesia tertinggal 1-2.
Elkan Baggott yang maju di petak 16 lawan menyambut umpan Riudho dan membuat asa Indonesia kembali tumbuh. Namun pada akhirnya pertandingan harus disudahi dengan adu penalti.
Di babak tos-tosan, Indonesia keluar menjadi pemenang dengan skor 4-2. Dua penendang Thailand, Sarach Yooyen dan Nattapong Sayriya gagal memasukkan bola.
Inilah gelar p[erdana Garuda di level Asia Tenggara.
Penendang Adu Penalti
Indonesia: Masuk: Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, Shayne Pattynama
Gagal: tidak ada
Thailand
Masuk: Manuel Bihr, Waris Choolthong.
Gagal: Sarach Yooyen, Nattapong Sayriya
Susunan Pemain
Indonesia: Emil Audero, Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner (Shayne PAttynama 101'), Calvin Verdonk (Egy Maulana 101'), Joey Pelupessy, Thom Haye (Dean James 45'), Luke Vickery (Rizky Ridho 60'), Ragnar Oratmangoen (Ivar Jenner 65'), Ole Romeny (Rayhan Hanan 109'), Mitchell Baker
Thailand: Saranon Anuin, Nattapong Sayriya, Manuel Bihr, Nicholas Mickelson, Suphanan Bureerat (Waris Choolthong 53'), Sarach Yooyen, Kritsada Kaman (Peeradol Chamrasamee 90'), Kakana Khamyok (Iklas Sanron 79'), Chanathip Songkrasin (Seksan Ratree 63'), Supachai Chaided (Anan Yodsangwal 79'), Teerasak Poeiphimai (Jude Soonsup-Bell 63')
Gelar ini juga membuat heboh jagad maya. Netizen Indonesia yang dikenal galak, memuji habis-habisan perjuangan heroik timnas Indonesia.
Netizen meluapkan kegembiraanya di media sosial. "Ngikutin timnas Indonesia sejak era Ilham Jaya Kusuma, akhirnya kesampaian melihat timnas Indonesia juara Ya Allah, Alhamdulillah," tulis akun @ideextratime di linimasa X.
"Emang keterlaluan kalau enggak juara...Well, selamat Timnas Indonesia! 🇮🇩 Kami menantikan kiprahmu nanti di Piala Asia!" tulis sebuah akun.
"AKHIRNYA KITA JUARA JUGA TIMNAS SENIOR KITA BERHASIL JUARA!!! 20 YEARS OF HURT NO MORE!!!! 🔥🔥🔥🔥🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩" seru yang lain.
Banyak juga yang mengapresiasi perjuangan timnas, yang sempat tertinggal di babak extra time. "Terima kasih Timnas 🦅. Apresiasi yg tinggi buat mereka, diliat dari permainannya sempat ragu tapi melihat bagaimana mereka fight sampai akhir benar2 bikin bangga," sebut sebuah akun.
Berikut reaksi lainnya di linimasa X:
INDONESIA JUARA!!!! 🇲🇨🇲🇨🇲🇨 https://t.co/h4NgGsMOHT— fiqarafa (@dzulfiqarafa) October 5, 2026
Dengan gelar ini, Indonesia menjadi negara pertama yang mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup dan tercatat sebagai juara pertama dalam sejarah kompetisi tersebut.
— FaktaBola (@FaktaSepakbola) October 5, 2026
NEGARA INI SUDAH JUARA 🏆🇮🇩 https://t.co/J1yeOdBaxf— FT Football Roots (@FT_IDN) October 5, 2026
INDONESIA JUARA FIFA ASEAN CUP 2026. 🏆
AET. 🇮🇩Indonesia 2-2 Thailand🇹🇭
⚽ Dean James 84'
⚽ Elkan Baggott 116'
🟥 Mickelson 81'
⚽ Iklas 87'
⚽ Peeradol 111'
Smeentara itu, dua komentator tivi nasional yang menyiarkan langsung laga final tersebut, Muhammad Kusnaeni dan Ponaryo Astaman tak kurang girangnya. Dengan suara bergetar bersama host SCTV, Rendra, ketiganya turut berjingkrak di studio.
Namun, Ponaryo yang juga eks kapten timnas Indonesia mengingatkan pasukan John Herdman untuk menatap dengan mantap Piala AFC (Piala Asia) Januari 2027. ‘’Setidaknya ini modal paling berharga buat Indonesia menuju Piala AFC Januari mendatang. Perjuangan yang tidak mudah tapi kita bersukur akhrinya kita juara lagi setelah 35 tahun,’’ ucap Yoyo, panggilannya.
Hal serupa dilontarkan Kunaeni. Bung Kus, panggilannya melihat figthing spirit timnas Indonesia luar biasa. Melakoni empat laga tidak mudah, tapi kemudian berujung juara, adalah hasil yang pantas dirayakan. ‘’Ini memang levelnya masih Asia Tenggara tapi lebih bergengsi dari Piala AFF karena masuk agenda FIFA. Piala AFF tak masuk hitungan FIFA,’’ tegas Bung Kus dengan nada gembira.
Ia berpesan, setelah ini pemain akan pulang ke klubnya dan kembali lagi pada FIFA Matchday November, dan selanjutnya menatap Piala Asia Januari 2027. ‘’Kita akan berjumpa lagi dengan Thailand di Piala Asia karena kita se grup dengan mereka bersama Qatar dan tim kuat Jepang. Gelar malam ini jadi modal berharga menuju turnamen berikut yang lebih tinnggi levelnya. Setidanya kita sudah membuktikan bahwa kita sudah bisa taklukan lagi Asean. Semua kelompok umur sudah juara, kini giliran timnas senior. Pantas kita rayakan dan sambil berbenah menuju Piala Asia 2027,’’ urainya.(dts/dbs/tpo)
Editor : Hairil Paputungan