Pembacaan Alkitab : 2 Tawarikh 15:5-8
TEMA : KETEGASAN BERTINDAK UNTUK REFORMASI HIDUP ROHANI
...la memperbaiki mezbah TUHAN yang ada di depan serambi Bait TUHAN". (ay.8c)
Apakah kita pernah mengalami didikan Tuhan dalam kemurkaan- Nya? Semoga kita dijauhkan dari penghukuman Tuhan, sebab kita tahu bahwa tidak ada satu pun yang dapat bertahan dalam kemurkaan Tuhan yang menyala-nyala.
Kita juga tahu bahwa kemurkaan Tuhan dapat mendatangkan kebinasaan.
Nas bacaan ini merupakan peringatan nabi Azarya kepada raja Asa tentang kemurkaan Allah yang akan dinyatakan.
Nabi Azarya menyingkapkan adanya kekacauan akibat meninggalkan Tuhan.
Yang ada di hadapan umat adalah penderitaan, "orang tidak dapat pergi dan pulang dengan selamat karena kekacauan besar yang terjadi di semua daerah" (ayat 5); bangsa bangkit melawan bangsa, kota menghancurkan kota, karena Allah hadir menyatakan kuasa yang mengacaukan umat dengan berbagai kesukaran (ayat 6).
Ini kekacauan hidup akibat meninggalkan Tuhan. Ini adalah peringatan serius dari nabi Azarya yang harus ditanggapi dengan hikmat oleh raja Asa supaya penghukuman Tuhan itu berakhir.
Azarya berkata kepada raja Asa "kuatkanlah hatimu, jangan biarkan tanganmu melemah, karena ada upah dari jerih payahmu!" (ayat 7).
Peringatan yang disampaikan nabi Azarya ditanggapi dengan positif oleh raja Asa.
Raja Asa mencatat dan menanggapi dengan serius peringatan ancaman hukuman Tuhan yang pasti akan terjadi.
Raja Asa mencatat peringatan dari nabi Azarya ini mengenai kekacauan akibat meninggalkan Tuhan, Mendengar nubuat Azarya, raja Asa tidak hanya tinggal diam, melainkan "menguatkan hatinya".
la membersihkan kekejian dengan menyingkirkan dewa-dewa berhala di Yehuda, Benyamin, bahkan di kota-kota yang direbutnya. la juga memperbaiki mezbah Tuhan (ayat 8).
Kita dipanggil untuk membuang segala "berhala" dalam hidup kita. Selamat bertobat dan hidup baru. Amin.
Doa: Ya Tuhan, kami menyadari kegagalan kami dalam mempertahankan kehidupan yang beribadah kepada-Mu. Ampunilah kami ya Tuhan, dan baharullah hidup kami seturut kehendak Mu, Amin.
Editor : Alfianne Lumantow