Pembacaan Alkitab : Roma 10:11-13
TEMA : SEMUA DIPANGGIL, SEMUA BERHARGA
"Sebab "siapa saja yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan." (ay.13)
Opa Ricky berkata kepada temannya, Opa Rudy, di Pelkat PKLU, "Di usia saya sekarang ini, saya hanya bisa duduk dan berdoa."
Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi menyimpan perasaan bahwa dirinya seolah tidak lagi banyak berarti.
Di tengah perubahan zaman, tidak sedikit orang merasa tersisih karena usia, kondisi fisik, atau keterbatasan tertentu.
Mereka masih hadir, tetapi sering merasa tidak lagi diperhitungkan. Opa Rudy lalu berkata, "Pak, justru di situlah panggilan kita untuk tetap hidup.
Alkitab bilang bahwa keselamatan dalam Kristus tidak membedakan siapa pun. Orang yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan."
Percakapan itu mengingatkan mereka pada pertanyaan Paulus tentang bagaimana orang dapat percaya jika mereka tidak mendengar, dan bagaimana mereka dapat mendengar jika tidak ada yang memberitakan? (ay. 14-15).
Doa, cerita iman, nasihat yang bijak, dan kesaksian hidup seseorang dapat menjadi berkat bagi orang lain untuk mendengar kabar keselamatan.
Oma dan Opa mungkin tidak lagi pergi ke banyak tempat, tetapi kesaksiannya masih dapat menyentuh hati banyak orang.
Tuhan toh tidak pernah memensiunkan umat-Nya dari panggilan untuk bersaksi.
Hidup Lansia bukan berkurang, melainkan sedang dipakai Tuhan dengan cara yang berbeda. Gereja perlu memeriksa dirinya.
Apakah kita sungguh menjadi persekutuan yang menghargai setiap anggota tubuh Kristus, atau tanpa sadar hanya memberi tempat kepada mereka yang dianggap kuat, aktif, dan terlihat produktif?
Di saat HUT Pelkat PKLU, kita diingatkan bahwa lansia bukan objek pelayanan, melainkan bagian utuh dari tubuh Kristus.
Mereka tetap dipanggil dan diutus untuk berkarya, berharga, dan suaranya perlu didengar.
Gereja yang setia kepada Kristus adalah gereja yang merangkul, bukan menyisihkan. Amin.
Doa: Tuhan, ajar kami merangkul semua sebagai bagian dari tubuh Kristus. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow