Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 12 Oktober 2026, Roma 10:14-15  Siapa Yang Menyampaikan

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 13:18 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Roma 10:14-15

TEMA : SIAPA YANG AKAN MENYAMPAIKAN?

"Bagaimana orang dapat mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?" (ay.14c)

Oma Sri tertawa kecil, "Aku iki wes gak iso lungo-mlaku nang endi-endi, tapi putu, ponakan, anak-anake wong seneng pol ngrungokno critoku (Saya ini sudah tidak bisa pergi ke mana-mana, tetapi cucu, keponakan, anak orang lain sangat senang mendengarkan cerita saya)."

Benar, Oma Sri selalu dirindukan banyak orang karena ia selalu punya cerita dan pengalaman menarik yang dibagikan. 

Ia bercerita tentang masa sekolah, pekerjaan, perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia, juga tantangan yang menggetarkan.

Di sela-sela cerita itu, Oma Sri selalu menyebut pertolongan dan kekuatan Tuhan. Dari kisah sehari-hari, ia memperlihatkan karya besar Tuhan.

Tanpa mimbar dan tanpa mikrofon, kabar baik tetap disampaikan dengan hangat dari rumahnya.

Rasul Paulus menegaskan bahwa iman lahir dari pendengaran, dan pendengaran terjadi karena ada yang memberitakan (ay. 14-15).

Keselamatan yang Allah kerjakan di dalam Kristus tidak berhenti sebagai berita yang diterima, tetapi bergerak melalui kesaksian orang percaya.

Kebenaran Allah bukan untuk disimpan sendiri, melainkan diteruskan kepada orang lain.

Di sinilah tanggung jawab iman menjadi jelas. Siapa yang akan memberitakan kabar baik itu, jika orang-orang yang telah mendengarnya memilih diam?

Gereja dipanggil untuk tidak membiarkan Injil berhenti di ruang batin. Percaya kepada Kristus perlu berbuah dalam kesaksian.

Pada perayaan PKLU, kita diingatkan bahwa panggilan ini tidak dibatasi usia.

Pengalaman hidup, pergumulan, dan kesetiaan para lansia dapat menjadi kesaksian yang menguatkan banyak orang.

Tidak perlu menyesali masa muda yang berlalu atau merasa kesempatan sudah habis karena kesehatan surut.

Tuhan memakai kesaksian yang tulus untuk menumbuhkan iman, memulihkan harapan, dan mengajak generasi berikut mengenal kasih serta karya keselamatan-Nya. Amin.

 

Doa: Tuhan, pakailah hidup kami menjadi kesaksian yang hidup bagi sesama. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
RENUNGAN MALAM GPIB SABDA BINA UMAT