Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Selasa, 13 Oktober 2026. Roma 10:16-17  Mendengar Tetapi Percaya

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 11:16 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Roma 10: 16-17

Tema : MENDENGAR, TETAPI TIDAK PERCAYA

"Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus." (ay.17)

Opa Dodo curhat, "Kita so sering lia orang rajin pigi gereja, dengar firman tiap minggu, mar pulang masih gampang marah- marah, baku hantam, deng bikin susah orang laeng.

Kadang kita jadi batanya, sebenarnya firman yang dorang dengar itu maso sampe di mana?" Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi menyimpan sesuatu yang lebih mendalam.

Tampaknya, Opa Dodo merasa kesal karena anggota keluarga atau warga satu persekutuan tidak berperilaku Kristiani.

Sudah tahu mana yang benar, tetapi kebiasaan lama tetap dipelihara. Mulut mengaku percaya, tetapi hidup tidak selalu ikut berubah.

Opa Dodo merasa bahwa mendengar firman Tuhan ternyata tidak otomatis membuat seseorang hidup baru.

Memang, rasul Paulus sudah menjelaskan tentang iman yang lahir dari pendengaran akan firman Kristus.

Namun, ia juga menunjukkan bahwa tidak semua orang yang mendengar memberi respons yang benar.

Kabar baik telah diberitakan dan menjangkau banyak orang, tetapi tidak semua orang menerimanya dengan taat (ay. 16,18).

Persoalannya bukan karena firman Tuhan kurang disampaikan, tetapi hati manusia memilih bertahan pada cara hidup yang lama.

Sudah mendengar, tetapi tidak taat. Sudah mengetahui yang benar, tetapi tetap mempertahankan yang salah.

Hari ini, firman Tuhan mudah sekali ditemukan. Khotbah, renungan, podcast, video, lagu, dan berbagai bahan rohani hadir hampir setiap saat.

Namun, semua itu tidak otomatis membuat iman bertumbuh. Firman Tuhan tidak diberikan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi untuk menegur, menguatkan, dan membentuk hidup.

Maka pertanyaannya bukan berapa kali kita sudah mendengar firman, melainkan apakah kita sungguh membiarkan firman itu mengubah cara kita berpikir, berbicara, memilih, dan hidup di hadapan Tuhan. Amin.

 

Doa: Tuhan, bukakan hati kami untuk menerima dan menghidupi firman-Mu. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
RENUNGAN PAGI GPIB SABDA BINA UMAT