Pembacaan Alkitab : Roma 11: 1-2a
TEMA : ALLAH TIDAK MENINGGALKAN
"Karena itu, aku bertanya: Mungkinkah Allah telah membuang umat-Nya? Sekali-kali tidak!" (ay.1)
Mas Gondrong bercerita ke Oom Banjar, sembari ngopi di warung depan gereja, "Gue udah usaha keras, tapi hidup rasanye gini-gini aje."
Oom Banjar menjawab, "Yah, begitulah, Lae, kita ini ada di masa susah, kita bergumul bersama-sama kok!"
Percakapan itu menggambarkan pergumulan banyak orang di tengah keterbatasan ekonomi saat ini.
Ketika usaha tidak membuahkan hasil, terkadang muncul pertanyaan yang lebih dalam.
Apakah Tuhan masih peduli, atau justru telah meninggalkannya?
Pertanyaan ini mungkin terdengar seperti keluhan, tetapi merupakan jeritan hati seseorang yang mencari kepastian di tengah ketidakpastian hidup yang menekan dan melelahkan.
Rasul Paulus menegaskan bahwa Allah tidak menolak umat-Nya (ay.1). Pernyataan ini lahir dari sejarah panjang umat Israel.
Mereka pernah gagal, tidak setia, bahkan berjalan jauh dari kehendak Allah.
Namun, Allah tetap memelihara mereka. Kesetiaan Allah tidak bergantung pada kuat atau lemahnya manusia, melainkan pada kasih dan janji-Nya yang tidak berubah.
Kebenaran ini penting bagi mereka yang sedang hidup dalam kekurangan. Kemiskinan bukan hanya soal kurang uang.
Ia bisa membuat orang merasa kecil, tidak dilihat, dan tidak berharga. Namun, firman Tuhan menegaskan bahwa Allah tetap hadir.
Ia tidak selalu bekerja dengan cara yang langsung terlihat, tetapi la tidak pernah membuang umat-Nya.
Untuk meneguhkan semuanya itu, Oom Banjar pun berkata, "Lae, jangan biarkan keadaan menentukan harga dirimu.
Tuhan tidak pernah membuang atau melupakan umat-Nya. Mungkin jalan keluarnya belum kelihatan sekarang, tetapi bukan berarti Tuhan diam.
Tetaplah berjalan, tetap percaya, dan tetap saling menopang. Selama Tuhan memegang hidup kita, ada jalan, harapan, dan masa depan." Teruslah membangun iman, harapan, dan kasih! Amin.
Doa: Tuhan, kami percaya bahwa Engkau tidak pernah meninggalkan kami. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow