Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 16 Oktober 2026, Roma 11:7-10 Jangan Biarkan Hati Menjadi Tumpul Pembacaan Alkitab : Ro

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 12:49 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab :  Roma 11:7-10

TEMA : JANGAN BIARKAN HATI MENJADI TUMPUL

Orang-orang yang lain, hatinya telah dikeraskan. "(ay.7)

Dalam sebuah percakapan keluarga, seorang ibu di Banjarmasin berkata, "Wayahini urang gampang banar handak marah, gampang manyakiti urang lain, kaya hati nuraninya makin kada peka lagi."

la mengatakannya setelah melihat pertengkaran, fitnah, dan sikap saling menjatuhkan, baik di media sosial maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Yang membuatnya sedih, orang perlahan menganggap semua itu biasa. Padahal, ketika yang salah terus diulang dan dimaklumi, hati manusia bisa kehilangan kepekaan tanpa sadar.

Rasul Paulus menulis bahwa ada yang gagal memperoleh apa yang dicari, sementara yang lain menerimanya; selebihnya menjadi tegar hati (ay. 7).

la lalu memakai gambaran mata yang tidak melihat dan telinga yang tidak mendengar (ay. 8).

Persoalannya bukan kurang kesempatan, melainkan hati yang menolak dibentuk oleh kebenaran.

Ketika manusia terus menolak Allah, kepekaan rohaninya mengeras. Yang salah dianggap biasa, yang curang dianggap wajar, dan yang jahat dibenarkan demi kepentingan.

Situasi ini dekat dengan kehidupan kita. Hati yang tumpul membuat orang tidak lagi peka terhadap penderitaan sesama. Namun, belas kasih juga perlu berjalan bersama hikmat.

Menolong sesama bukan memelihara ketergantungan, melainkan membang kitkan keberanian untuk bangkit dan bertanggungjawab. 

Gereja perlu hadir dengan kasih yang tidak menghakimi, tetapi juga tidak membiarkan manusia kehilangan daya juang.

Karena itu, mintalah kepada Tuhan hati yang lembut, mata yang jemih, dan telinga yang peka.

Jangan sampai ibadah tetap ramai, tetapi belas kasih mati. Hati yang lumpul dapat membuat gereja sibuk berkegiatan, tetapi lalai menghadirkan keadilan, penghiburan, dan pemulihan.

Kiranya persekutuan menolong kita untuk melatih kepekaan, belajar berbelas kasih, dan bertumbuh dalam karakter Kristus yang memulihkan serta memberdayakan sesama. Amin.

 

Doa: Tuhan. lembutkanlah hati kami agar tetap peka terhadap suara- Mu. Amin

 

Editor : Alfianne Lumantow
RENUNGAN MALAM GPIB SABDA BINA UMAT