Pembacaan Alkitab : Roma 11:11-12
TEMA : DARI YANG PATAH, TUHAN MENUMBUHKAN HARAPAN
"Sebab, jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia... terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka!" (ay.12)
Di lahan kecil depan gereja, Opa John melihat ranting pohon mangga yang patah setelah badai beberapa hari sebelumnya.
la hendak membakarnya agar halaman tampak bersih. Namun Opa Steven segera menahan, "Tunggu dulu, coba liat baik-baik.
Ada tunas kecil tumbuh di sini." Mereka memperhatikan ranting itu, lalu tersenyum.
Opa Opit berkata, "Kadang yang kelihatan rusak belum tentu selesai. Tuhan bisa menumbuhkan hidup dari yang kita kira sudah gagal."
Opa Marthin menyahut, "Saya belajar bahwa yang patah tidak selalu berarti tamat." Dari situ muncul ide membuat kebun sederhana bersama warga jemaat.
Rasul Paulus menjelaskan bahwa sebagian umat Israel pada waktu itu belum menerima Yesus sebagai Mesias.
Namun, penolakan itu tidak membuat rencana Allah berhenti. Justru melalui pemberitaan Injil, bangsa-bangsa lain juga ikut menerima keselamatan dari Allah (ay. 11-12).
Paulus berharap, ketika Israel melihat bangsa-bangsa lain menerima kasih karunia Tuhan, mereka pun terdorong untuk kembali mencari Allah.
Jadi, Allah tidak berhenti pada kegagalan manusia. Ia sanggup memakai keadaan yang pahit untuk membuka jalan pemulihan yang lebih luas.
Kebenaran ini penting bagi kehidupan kita. Ada orang yang merasa hidupnya sudah terlalu rusak karena dosa, keputusan yang keliru, kegagalan rumah tangga, atau beban ekonomi yang tidak kunjung selesai.
Namun firman Tuhan menunjukkan bahwa Allah tetap dapat berkarya, bahkan dari situasi yang tampak hancur.
la sanggup menumbuhkan harapan baru dari kegagalan yang jujur diakui. Karena itu, jangan buru-buru menyebut hidup ini selesai.
Jika Allah masih bekerja, selalu ada kemungkinan baru. Di tangan Tuhan, yang patah pun masih dapat berbuah bagi banyak orang pada waktunya kelak. Amin.
Doa: Tuhan, tumbuhkanlah harapan baru di tengah hidup kami yang rapuh. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow