Pembacaan Alkitab : Roma 11:13-16
TEMA : DARI AKAR YANG KUDUS, HIDUP BARU BERTUMBUH
".... Jikalau akar kudus, cabang-cabang juga kudus." (ay.16)
Seorang anak memperhatikan pohon mangga di halaman rumahnya. la heran melihat batangnya tampak tua dan kasar, tetapi ranting-rantingnya terus mengeluarkan daun baru.
"Mengapa pohon ini masih bisa tumbuh?" tanyanya. Sang ayah menjawab, "Karena akarnya masih hidup dan terus menyalurkan makanan ke seluruh pohon." Anak itu mengangguk.
la mulai mengerti bahwa kehidupan yang terlihat di atas permukaan sesungguhnya bertumpu pada sesuatu yang tidak selalu terlihat.
Rasul Paulus berbicara kepada bangsa-bangsa lain dengan memakai gambaran yang kuat.
Jika bagian adonan pertama kudus, seluruh adonan itu juga kudus; jika akar kudus, cabang-cabang pun demikian (ay.16).
Sebelumnya ia menjelaskan bahwa pelayanannya kepada bangsa-bangsa lain tidak dimaksudkan untuk meninggikan mereka, melainkan agar semakin banyak orang diselamatkan (ay.13-15).
Paulus sedang menunjukkan bahwa karya Allah bertumbuh dari akar yang sama.
Sesuatu yang Allah mulai dalam sejarah umat-Nya tidak berhenti begitu saja, melainkan terus mengalir dan menghasilkan kehidupan yang baru.
Karena itu, tidak ada tempat untuk kesombongan rohani. Kita tidak boleh merasa diri lebih utama daripada orang lain, seolah-olah keselamatan adalah milik kelompok tertentu.
Kekudusan yang berasal dari Allah selalu bergerak keluar, memulihkan relasi, dan membuka ruang bagi yang lain untuk ikut mengambil bagian dalam hidup-Nya.
Dari akar yang dipelihara Allah, hidup baru terus bertumbuh. Iman yang berakar dan bertumbuh di dalam Tuhan tidak seharusnya membuat kita merasa lebih tinggi daripada orang lain, melainkan semakin membuat kita bersyukur, rendah hati dan berkarakter seperti Kristus.
Sebagaimana cabang hidup karena akar. demikian pula kita hidup karena kasih karunia Tuhan yang terus bekerja dan menjangkau banyak orang. Amin.
Doa: Tuhan, buatlah kami rendah hati dalam anugerah keselamatan-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow