Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 21 Oktober 2029, Nahum 2:3-5  Tuhan Peduli Dan Memulihkan

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:35 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Nahum 2:3-5

TEMA : TUHAN PEDULI DAN MEMULIHKAN

"Pasukan-pasukan istimewa diingatnya, namun mereka tersandung jatuh dalam gerak maju mereka" (ay. 5a)

Asyur selama bertahun-tahun hidup dalam dominasi dan kekerasan. Semua bangsa di sekitarnya takut dan tidak berdaya menghadapi kekuatannya.

Namun, semuanya itu tidak kekal dan akan segera berakhir ketika Tuhan bertindak dalam keadilan-Nya. Segala pencapaian yang membuat Asyur sombong akan berakhir.

Nabi Nahum menunjukkan bahwa keberhasilan tanpa pertobatan adalah jalan menuju kehancuran. 

Kesombongan sering membuat manusia merasa tidak membutuhkan Allah. Ketika itulah Allah bertindak dalam kedaulatan-Nya.

Allah adalah Tuhan yang adil yang akan mengadili semua bangsa, bukan hanya Israel, umat-Nya.

Asyur yang selama ini telah membangun identitas diri berdasarkan kekayaan, kekuasaan, atau popularitas akan segera berakhir.

Bacaan kita malam ini menggambarkan kepanikan yang dialami Asyur ketika Allah bertindak.

Allah tidak tinggal diam terhadap kejahatan, penindasan, dan dosa yang merajalela. Tidak ada yang bisa lolos dari penghakiman Tuhan; Asyur dan Niniwe sekalipun tidak akan luput daripadanya.

Allah yang berdaulat tetap menghakimi dunia dengan diri mereka tak keadilan-Nya.

Bangsa Asyur yang merasa diri mereka tak terkalahkan dan adidaya, ternyata tidak ada apa-apanya di hadapan ketetapan Allah.

Allah berkuasa menggunakan bangsa lain yang lebih kuat sebagai alat untuk menghukum Asyur.

Niniwe hancur bukan karena strategi militer semata, melainkan karena penghakiman Allah atas kekejaman dan kesombongan mereka.

Kehancuran Asyur dan Niniwe merupakan kabar baik bagi umat Tuhan. Umat yang selama ini hidup dalam penderitaan kini mengalami pembebasan.

Mungkin pada masa kini, kita masih mengalami persekusi, diskriminasi, dan tekanan yang berat.

Firman Tuhan menegaskan bahwa penindasan tidak akan menang selamanya. 

Allah melihat air mata umat-Nya, dan pada waktu-Nya, Dia akan menegakkan keadilan serta memulihkan umat-Nya. Selamat memasuki peraduan. Amin.

 

Doa: Terima kasih, Tuhan. Engkau peduli pada penderitaan kami. Teguhkanlah kami agar kami terus menyaksikan kuasa-Mu. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
RENUNGAN MALAM GPIB SABDA BINA UMAT