Misteri Segitiga di Tubuh TNI AD Setelah Jenderal Maruli jadi Wakil Panglima: Jenderal Tandyo dan

Hairil Paputungan • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:39 WIB
POTENSI NAIK JADI TNI 01: Jenderal Tandyo Budi Revita,
POTENSI NAIK JADI TNI 01: Jenderal Tandyo Budi Revita, 'diturunkan' dari Wakil Panglima menjadi Kepala Staf Angkatan Darat. Seknario menuju Panglima TNI. (foto:ist)

JAGOSATU.COM - Guliran pergantian dan pengisian pada seumlah kabinet Presiden Prabowo Subianto makin menarik diikuti. Dari sejumlah nama yang mencuat pada rolling yang dilaksanakan Kamis (15/10) kemarin, dua nama mencuri perhaitan publik. Yaitu, Jenderal Maruli Simanjuntak dan Jenderal Tandyo Budi Revita.

URUS PERBATASAN: Jenderal Maruli Simanjuntak, lepas pos KASAD ke Wakil Panglima TNI sekaligus urus daerah terpencil dan perbatasan. Terdesak karir moncer juniornya. (foto:ist)
URUS PERBATASAN: Jenderal Maruli Simanjuntak, lepas pos KASAD ke Wakil Panglima TNI sekaligus urus daerah terpencil dan perbatasan. Terdesak karir moncer juniornya. (foto:ist)

Terutama soal Jenderal Maruli, yang tidak lain menantu Jenderal (Pur) Luhut Binsar Panjaitan. Opung, panggilannya, dikenal sangat digdaya di era Presiden Joko Widodo dua periode. Berganti ke Presiden Prabowo sejak 2024, Opung masih tetap punya peran. Meski tidak sebssar di era Jokowi.  

POTENSIAL: Letnan Jenderal Lucky Avianto, sebagian besar menghabiskan karir di Papua, kian mendekati kursi KASAD andai Jenderal Tandyo naik sebagai Panglima TNI. (foto:ist)
KIAN MONCER: Letnan Jenderal Lucky Avianto, sebagian besar menghabiskan karir di Papua, kian mendekati kursi KASAD andai Jenderal Tandyo naik sebagai Panglima TNI. (foto:ist)

Awalnya, Jenderal Maruli digadang-gadang akan naik tahta sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Agus Subianto yang sudah tiga tahun pegang kendali TNI. Wajar mengingat Jenderal Maruli adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD). Nyatanya, Jenderal Maruli dimentokkan di posisi Wakil Panglima saja. Malah hanya ganti posisi dengan Jenderal Tandyo Budi Revita. Maruli jadi Wakil Panglima, Tandyo jadi KASAD.

Terasa aneh memang. Wakil Panglima jadi KASAD dan KASAD jadi Wakil Panglima. Tapi, ya kembali lagi ke selera Presiden. Dia user dan punya wewenang, terserah dia. Apalagi latar Prabowo juga militer.

KASAD biasanya jadi jalan pembuka setyapak naik sebagai Panglima, bukan Wakil Panglima. Dalam situasi ini Maruli mungkin akankah bernasib sama seperti Jenderal Listyo (Mantan Kapolri), yang perlahan-lahan dikamarkan? Memang jabatan Jenderal Maruli bukan hanya Wakil Panglima TNI, tapi juga sekaligus sebagai BNPPDT.

Maruli akan ldisibukkan mengurusi perbatasan dan daerah terpencil. Ya, mirip-mirip KEMENDESPDT. Cuma kelas badan aja. Wewenangnya lebih kecil, tapi beban kerjanya sangat luas tapi anggarannya sedikit.

Maruli punya pengalaman membangun daerah tertinggal. Selama jadi KASAD, sudah banyak daerah tertinggal yang dibangun Maruli. Mungkin itu salah satu pertimbangan Prabowo, kenapa Maruli harus mengurusi daerah tertinggal.

Lalu, siapa sebenarnya The Next Panglima TNI? Ini bagian paling menarik. Wacana pergantian Panglima TNI beredar kuat belakangan ini. Apalagi, Presiden butuh orang kepercayaan dan kestabilan agar target pertumbuhan ekonomi 6% tercapai lewat kepercayaan Investor.

Pilihan Prabowo ‘menurunkan’ Jenderal Tandyo ke posisi KASAD mulai terbaca. Masa pensiunnya masih lama, diperkirakan baru pensiun 2032, sebagaimana revisi UU TNI yang baru. Artinya Jendral Tandyo yang saat ini berusia 57 tahun baru akan pensiun di usia 63 tahun pada 2032.  

Jika skenario itu terjadi, kans Maruli jadi panglima TNI selesai. Agak sulit berharap Maruli jadi panglima karena junior Prabowo di Kopassus, Letjend Iwan Setiawan sedang menjabat sebagai Pangkostrad. Jika Tandyo jadi Panglima, maka Iwan Setiawan langsung naik jadi KASAD.

Dan ada pula satu nama yang rada tersembunyi. Yaitu Letjend Lucky Avianto. Dia sedang menjabat sebagai Pangkogabwilhan III. Baik Iwan maupun Lucky adalah dua perwira yang paling moncer karirnya di tubuh TNI saat ini. Semacam muncul segitiga emas antara Jenderal Maruli, Jenderal Tandyo dan Letjend Lucky.

Tentu Jenderal Maruli terdesak oleh junior yang karirnya juga sangat kencang. Presiden butuh loyalis untuk memastikan visi dan misinya di tubuh TNI berjalan seirama tanpa pengaruh faksi politik manapun.

Kira-kira seperti apa yang dilakukan oleh Jokowi pada Gatot Nurmantyo. Presiden memang bebas menentukan siapa Panglima TNI-nya.

Melihat situasi ini, Oppung Luhut tentu sedang tidak enak badan. Kendati demikian, Opung patutlah bersukur, sang menantu kesayangan sudah jadi Wakil Panglima TNI, orang nomor 2 di tentara, sekaligus kepala BNPPDT.

Duoble job. Dan bila pensiun, jabatan Komisaris juga menunggu. Namun dalam urusan structural TNI, hari Kamis kemarin akan jadi catatan sejarah sang Jendral Maruli.

Pelantikan terhadap keduanya sudah dilakukan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (15/10) kemarin. Mengemban Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT).

Siapa Jenderal Maruli?

Dia seorang Abituren Akademi Militer (Akmil) tahun 1992. Maruli lahir pada tanggal 27 Februari 1970 di Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Karirnya dimulai sejak dipercaya memegang sejumlah jabatan strategis di Korps Baret Merah. Di antaranya yaitu, Komandan Batalyon (Danyon) 21 Grup 2 Kopassus, Komandan Sekolah Komando Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdikpassus).

Maruli juga dipercaya sebagai Wakil Komandan Grup 1 Kopassus. Dia lalu dipercaya mengisi posisi sebagai Komandan Grup 2 Kopassus sampai tahun 2014. Di tahun yang sama, Maruli dipercaya menjadi Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) sampai tahun 2016.

Pada tahun 2016, Maruli mengemban jabatan sebagai Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama. Saat menjabat Danrem 074, Maruli meraih Penghargaan sebagai Danrem terbaik dalam bidang Upaya Khusus (Upsus) Ketahanan Pangan Tingkat Nasional tahun 2016.

Pada 2017 hingga 2018, Maruli kemudian ditunjuk untuk menduduki jabatan sebagai Wakil Komandan Paspampres. Satu tahun berikutnya, Maruli Simanjuntak menjabat sebagai Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) IV/Diponegoro.

Selanjutnya, promosi menjabat sebagai Komandan Paspampres dan berlanjut memegang tongkat komando sebagai Pangdam IX/Udayana. Maruli mulai menjabat sebagai Pangkostrad pada awal tahun 2022.

Maruli Simanjuntak menjabat sebagai KSAD sejak November 2023, menggantikan Jenderal Agus Subiyanto.

Riwayat Jabatan

Komandan Grup A Paspampres (2014-2016)

Danrem 074/Warastratama Solo (2016-2017)

Wakil Danpaspampres (2017-2018)

Danpaspampres (2018-2020)

Pangdam IX/Udayana (2020)

Pangkostrad (2022)

KSAD (2023)

Wakil Panglima TNI (2026).

Kepala BNPPDT

Siapa Jenderal Tandyo?

Jenderal TNI Tandyo Budi Revita merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1991. Lahir di Surakarta pada 21 Februari 1969, Tandyo sudah lebih dari tiga dekade mengabdi di dunia militer.

Perjalanan Karir

Komandan Tim Khusus Combat Intelligence (CI) Yonif Linud 330/Tri Dharma (1995)

Yonif Linud 330/Tri Dharma sekaligus menjabat Danbrigif Linud 17/Kujang I hingga 2012.

Asisten Operasi (Asops) Kasdam VII/Wirabuana (2014)

Danrindam IX/Udayana (2015)

Komandan Resimen Taruna Akmil pada tahun yang sama.

Paban III/Sopsad (2017-2018)

Paban III/Latga Sops TNI (2018)

Direktur Bela Negara Ditjen Pothan Kementerian Pertahanan (2018-2019).

Dirrah Komhan Ditjen Strahan Kemhan (2019-2021)

Kepala Badan Pendidikan dan Latihan (Kabadiklat) Kemhan (2021-2023)

Panglima Kodam IV/Diponegoro (2023-2024)

Wakasad

Wakil Panglima TNI

KSAD (2026).(dbs/dth/kny/idn)

Editor : Hairil Paputungan
Rolling Jabatan di tubuh TNI AD