Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Kamis, 22 Oktober 2026, Nahum 2:6-8  Andaikanlah Tuhan Dalam Hidupmu

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:43 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Nahum 2: 6-8

TEMA : ANDALKANLAH TUHAN DALAM HIDUPMU

"Niniwe seperti kolam air dan airnya berlari keluar. "Berhentil Berhenti!" teriak orang, tetapi tidak ada yang berpaling" (ay. 8)

Kehidupan modern sering mempromosikan bahwa kekuatan terbesar dalam hidup manusia terletak pada jabatan, reputasi, kekayaan, atau strategi.

Perspektif ini sama dengan yang terjadi di dunia pada masa lalu. Banyak orang meletakkan harapan pada tembok dan gerbang kota sebagai perlindungan yang mutlak.

Akan tetapi, Nabi Nahum mengingatkan bahwa tidak ada benteng yang dapat menahan kehendak Allah.

Ketika Tuhan menurunkan tangan-Nya, semua kekuatan yang menjadi andalan dunia runtuh dalam sekejap. 

Itulah yang terjadi dengan Niniwe, ibu kota Asyur. Dialah satu-satunya negara adidaya yang tidak tersentuh oleh kekuatan dunia di sekitarnya serta selalu tampil garang dalam dunia politik dan peperangan.

Banyak bangsa telah ditaklukkan dan dijadikan budak, diperlakukan tidak adil, serta hidup dalam kesengsaraan dan keputusasaan, termasuk Yehuda, umat Tuhan pada waktu itu.

Bacaan kita menegaskan bahwa Tuhan tidak lagi berdiam diri pada kekejaman dan kesombongan Niniwe.

Kepongahan raju Asyur yang tidak tersentuh kini mengaduh seperti suara merpati sambil memukul- mukul dada, malu dan tidak berdaya (ay.7).

Sekuat apa pun kedudukan, sehebat apa pun kekayaan, yang dijadikan "tembok dan benteng pertahanan" (melalui pekerjaan, relasi yang luas, dan tabungan yang banyak) bukanlah kekuatan yang menjamin.

Tuhan Yesus mengatakan, "Jangan mengumpulkan harta bagimu di bumi di mana ngengat dan karat merusaknya dan pencuri membongkar serta mencurinya." (Mat. 6:19).

Bersandar dan berlindunglah selalu pada Tuhan. Hiduplah dalam kebenaran dan kebaikan.

Sebab Tuhan membenci kesombongan dan kejahatan. Ia akan menghancurkan semua kesombongan dunia, seperti air yang meluap menghancurkan kota dan tidak ada yang bisa menahannya (ay. 8).

Masukilah hari ini dengan kerendahan hati, bersandarlah pada Tuhan dan muliakanlah Dia dalam seluruh karyamu. Amin.

 

Doa: Bapa di surga, jaga dan pelihara hati kami, supaya kami selalu bersandar dan berserah kepada-Mu. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
RENUNGAN PAGI GPIB SABDA BINA UMAT