Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Kamis,  22 Oktober 2026,  Nahum 2:9-10 Waktu Tuhan Beritindak

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:47 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Nahum 2:9-10

TEMA : WAKTU TUHAN BERTINDAK

"Tandus, ketandusan dan pemusnahan! Hati menjadi kecut dan lutut goyah! Seluruh pinggang kejang-kejang, dan muka sekalian orang pucat pasi" (ay. 10)

Tamat sudah! Niniwe berakhir! Tidak ada lagi kejayaan, kemakmuran, dan kesombongan.

Waktunya Allah bertindak! Kejahatan Niniwe sudah tidak bisa didiamkan lagi.

Kota yang megah dan hebat itu, yang sudah membuat banyak bangsa sangat menderita, termasuk Yehuda, kini menuju akhir yang mengenaskan.

Peringatan yang Tuhan sampaikan melalui Nabi Nahum bukan lagi untuk membuat Niniwe bertobat dan melakukan kebaikan, seperti yang disampaikan oleh Nabi Yunus sebelumnya.

Kini tidak ada lagi kesempatan itu. Kekejaman dan kesombongannya kini akan meruntuhkan dirinya sendiri.

Kalau dulu melalui Nabi Yunus, setelah diperingatkan Tuhan, mereka mau bertobat sehingga Tuhan membatalkan malapetaka yang menimpa mereka.

Kini kekejian mereka telah membuat murka Tuhan tidak tertahankan lagi.

Tuhan memakai Babel dan Midian untuk menghancurkan Niniwe. Namun, kejatuhan Niniwe bukan hanya akibat perang Babel dan Midian terhadap Asyur, melainkan juga tindakan Tuhan dalam menegakkan kebenaran dan keadilan-Nya.

Di mana Tuhan selama ini? Mungkin itu yang ditanyakan oleh mereka yang menderita di bawah tekanan Niniwe.

Tuhan ada! la menunggu, bukan karena tak sanggup, melainkan menunggu saat tepat, ketika dosa telah men- capai puncak, saat pertobatan tidak ada lagi.

Itulah waktu Tuhan bertindak untuk menegakkan keadilan dan memulihkan yang benar.

Ada waktunya Tuhan membiarkan situasi berjalan, namun ada pula waktu untuk bertindak tegas dan tuntas demi keadilan dan kebenaran-Nya.

Saat keheningan malam menyapa, mari sejenak renungkan: Allah tidak pernah tidur dan tidak pula membiarkan umat-Nya menderita.

Nantikanlah waktu-Nya bertindak dengan tetap sabar dan bersandar kepada-Nya. la menyatakan keadilan-Nya.

Mereka yang menindas akan menanggung akibat; mereka yang tertindas akan dipulihkan pada waktunya. Selamat memasuki peraduan dalam naungan Tuhan. Amin.

 

Doa: Tuhan, saat malam menjelang, kami mempertaruhkan seluruh hidup dan harapan kami kepada-Mu. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
RENUNGAN MALAM GPIB SABDA BINA UMAT