Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Jumat, 23 Oktober 2026,  Nahum 3:1-7 Allah Membenci Ketidakadilan

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:53 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Nahum 3:1-7

TEMA : ALLAH MEMBENCI KETIDAKADILAN

"Sungguh celaka kota penumpah darah itu! Seluruhnya dusta belaka, penuh dengan perampasan, dan pemangsaan tiada hentinya!" (ay. 1)

Apa pengalaman saudara sepanjang hari ini? Mungkin kita telah menyaksikan banyak ketidakadilan di sekitar kita, atau kita pun mengalami perlakuan tidak adil, ditipu, dibully, dst.

Saat keheningan malam menghampiri, hati dan pikiran kita berkecamuk dengan sejuta tanya: mengapa para penipu dan penindas seakan selalu berhasil dalam hidupnya?

Sementara orang-orang yang benar seakan menjadi pecundang yang tidak mampu melakukan apa pun. Benarkah demikian?

Bacaan kita malam ini menegaskan bahwa Allah sangat membenci ketidakadilan yang dilakukan oleh Niniwe.

Oleh karena itu, Nabi Nahum menyatakan penghukuman terhadap mereka.

Niniwe adalah kota besar yang dipenuhi kekerasan, penipuan, kesombongan, para penumpah darah, tipu daya, rampasan, dan kejahatan.

Terhadap bangsa yang dengan mudah membantai tawanan, merampas kekayaan bangsa lain, dan hidup dari kekerasan sistematis ini, Allah akan bertindak.

Ayat 2-3 menunjukkan bahwa Niniwe, yang selama ini bangga dengan kekuatan militernya dan hidup sebagai petarung yang bengis, menjadi kacau-balau ketika Allah bertindak.

Pada ayat 5, Allah bangkit dan menyatakan, "Lihat, Aku akan menjadi lawanmu, firman TUHAN semesta alam."

Ketika Allah menempatkan diri-Nya sebagai "lawan" suatu bangsa, sikap itu terjadi karena kejahatan bangsa tersebut telah melampaui batas.

Allah yang kita sembah adalah Allah yang Maha adil. Tuhan tidak menutup mata terhadap air mata mereka yang teraniaya, dan Dia tidak menutup telinga terhadap jeritan memohon keadilan.

Kehancuran Niniwe menjadi pengingat yang kuat bahwa kesuksesan yang dibangun di atas penderitaan orang lain tidak akan bertahan lama.

Bersyukurlah atas tindakan Allah dan keadilan-Nya. Mari pejamkan mata, serahkan semua kekecewaan atas ketidakadilan dunia ini ke dalam tangan Tuhan yang adil. Tidurlah dalam damai-Nya. Tuhan menjaga. Amin.

 

Doa: Bapa, berikanlah kami hati yang tenang dan tidur yang nyenyak karena Engkau membela yang benar. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
RENUNGAN MALAM GPIB SABDA BINA UMAT