Pembacaan Alkitab : Nahum 3: 14-19
TEMA : SUDAH TERLAMBAT
"Tiada obat untuk cederamu, tidak tersembuhkan lukamu. Semua yang mendengar kabarmu bertepuk tangan atasmu. Sebab siapakah tidak dilanda perbuatan jahatmu yang tiada hentinya?" (ay. 19)
"Nasi sudah menjadi bubur" adalah pepatah kuno yang menggambarkan bahwa semuanya sudah terlanjur dan tidak ada yang bisa memperbaikinya lagi.
Niniwe pernah punya kesempatan. Ketika nabi Yunus datang memberitakan penghakiman, mereka bertobat dan Allah menyelamatkan mereka.
Akan tetapi, puluhan tahun setelah itu, ketika nabi Nahum datang, Niniwe tidak lagi bertobat.
Mereka kembali pada kekejamannya, kesombongannya, dan menindas bangsa lain.
Akibatnya, "Tiada obat untuk cederamu, tidak tersembuhkan lukamu" (ay. 19a). Sudah terlambat.
Tuhan selalu membuka kesempatan agar setiap orang bertobat dan kembali kepada-Nya, yakni menerima anugerah keselamatan- Nya.
Tuhan menyuruh Niniwe menimba air untuk pengepungan, memperkuat benteng, dan menginjak-injak tanah liat untuk membuat batu bata baru.
Namun, semua kegiatan itu menjadi sia-sia. Mengapa? Karena penghukuman Tuhan sudah bulat.
Palu telah dijatuhkan. Niniwe, yang mengira bahwa kekuatan pasukan perusaknya bisa menyelamatkan mereka, justru akan habis dilalap api dan pedang.
Tragedi terbesar Niniwe dinyatakan dengan sinis dalam ayat 19: "Tiada obat untuk cederamu, tidak tersembuhkan lukamu."
Tidak ada lagi kesempatan kedua. Niniwe telah berulang kali diberi kesempatan, namun kekejamannya terhadap bangsa lain terus berlanjut dengan hebat.
Kini, saatnya mereka runtuh, bangsa bangsa lain justru bertepuk tangan gembira karena terbebas dari penindasan mereka.
Sebelum lelap dalam kelelahan malam ini, mari sejenak merenungkan, apakah kita masih sering menunda kesempatan untuk datang kepada Tuhan dalam pertobatan?
Mungkin kita berpikir, nanti saja, besok. Atau mungkin kita berkata, hidup hanya sekali, oleh karena itu, puaskanlah dirimu dengan segala kenikmatan dunia, nanti saja bertobatnya.
Ingat, kesempatan hanya datang sekali. Jangan terlambat. Selamat tidur. Tuhan beserta.
Doa: Tuhan Yesus, terima kasih atas penyertaan-Mu hari ini. Selamatkanlah kami dalam tidur malam ini. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow