Pembacaan Alkitab : Ibrani 2:5-9
TEMA : MERENDAH TIDAK BERARTI KALAH
"segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya" (ay.8a)
Sifat diri yang sulit kita lakukan adalah merendahkan hati. Tanpa sadar, kita lebih menyatakan diri dengan kemampuan yang dimiliki.
Terlebih jika kita sadar ada kemampuan diri yang dimiliki melebihi dari orang lain. Kita merasa bangga, hebat dan 'di atas angin.
Perasaan lebih semakin bertambah manakala ada pujian dan pengakuan dari oranglain atas kelebihan yang kita miliki. Hal inilah yang menjadikan kita merasa lebih baik dari orang lain.
Surat kepada orang Ibrani memberikan pengajaran terkait “kerendahan hati”.
Kerendahan hati yang dinyatakan Yesus dalam karya Keselamatan bagi manusia.
Penulis Ibrani menyatakan bahwa karena Allah karya keselamatan Allah dan 'mengingat 'mengindahkan' manusia yang terpuruk akibat dosa (ay.6).
Posisi Yesus sempat lebih rendah daripada malaikat-malaikat (ay.7). Kondisi Yesus memperlihatkan tindakan nyata demi umat-Nya. Yesus tidak memperlihatkan 'kekuatan kekuasaan-Nya'.
la justru mengalami "penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan...la mengalami maut bagi semua manusia" (ay.9).
Apakah Yesus Kalah? Tentu tidak. Dengan kerendahan hati-Nya, la justru membuktikan bahwa pertama, Yesus patuh pada tanggung jawab yang diberikan Bapa kepada-Nya.
Kedua, tindakan-Nya membuktikan lemah tidak harus kalah. 'Lebih rendah memperlihatkan kuasa besar yang dimilki-Nya.
Pada akhimya, ketiga, kuasa Allah tidak dapat dikalahkan atau dikuasai oleh apa pun, 'segala sesuatu takluk di bawah kaki-Nya' (ay.8a).
Kemampuan yang kita miliki tidak untuk dibanggakan. Alangkah eloknya jika kemampuan yang Tuhan karuniakan dipakai dengan cara elegan.
Tindakan ini menjadi pemulihan diri dengan mampu menahan keinginan. Keinginan memperlihatkan kemampuan yang mungkin bisa berujung pada kesombongan.
Kemampuan yang seharusnya dapat menjadi kebaikan justru berbalik menjadi batu sandungan diri.
Percayalah menyatakan kemampuan dengan kerendahan hati justru memberi 'nilai atas diri sendiri. Amin.
Doa: "Bapa, mampukan kami untuk menahan diri" atas kemampuan yang Engkau berikan. Amin
Editor : Alfianne Lumantow