Pembacaan Alkitab : Ibrani 2:10
TEMA : PENDERITAAN MENJADI BERKAT
"Sebab, memang sepantasnya Allah-yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan,..." (ay.10)
Penderitaan sering dipahami sebagai suatu yang tidak menyenangkan. Mengapa demikian? Karena manusia ingin hidupnya selalu baik, menyenangkan dan berhasil.
Akibatnya manusia berusaha atau bekerja keras agar memperoleh hidup yang layak - tidak menderita atau mengalami kesulitan, dengan menghalalkan segala cara, yang penting hidupnya tidak menderita atau mengalami kesulitan.
Firman Tuhan mengajak kita memahami bahwa penderitaan yang dialami Kristus memberikan sukacita bagi umat-Nya.
Penderitaan Kristus melewati masa-masa sulit bahkan sampai mati. Penderitaan Yesus membuktikan kasih-Nya.
Allah mengasihi umat yang dicip- takan-Nya sehingga dengan cara-Nya, la melakukan penebusan.
Allah yang tidak memperhitungkan kekudusan-Nya dan tidak gagal untuk mengasihi ciptaan-Nya.
Dengan demikian, Allah memiliki kedaulatan untuk melakukan penebusan dengan cara-Nya.
Kekuasaan Allah atas seluruh alam yang diciptakan-Nya yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan,
Penderitaan yang ditempuh justru membuat umat diselamatkan. Penderitaan Kristus bermakna lambang cinta kasih-Nya.
Penderitaan yang menjadikan umat 'hidup kembali, berharga dan bernilai. Penderitaan yang dialami dalam kehidupan tidak selalu buruk.
Justru penderitaan membuat kita semakin mampu berjalan dalam keyakinan iman teguh.
Kita belajar dan diajar untuk tetap setia dalam kondisi apa pun. Dalam penderitaan yang dialami, menjadikan diri sebagai sosok yang dewasa,
Dewasa dalam bertindak, berpikir dan memutuskan tindakan bagaimana yang harus dilakukan.
Semuanya itu pada akhirnya membawa sukacita. Artinya kita memperoleh keteguhan dan ketangguhan untuk tidak menyerah.
Mendapat suatu pengalaman yang berharga. Dan yang pasti akhir dari penderitaan itu adalah sukacita.
Yesus pun menderita tetapi dibalik penderitaan-Nya membuat kita bersukacita.
Jangan melihat penderitaan yang dialami, tetapi lihatnya hasilnya; penuh damai dan sukacita umat. 'Bersakit-sakit dahulu. bersenang-senang kemudian. Amin.
Doa: TUHAN, ajarkan kami memahami bahwa setiap pergumulan yang kami hadapi tidak selalu buruk bagi kami. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow