JAGOSATU.COM - Rapat perdana Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulawesi Utara (Sulut) Rabu (3/11) menghasilkan sejumlah keputusan. Antara lain menetapkan Iskandar Kamaru sebagai Koordinator Presidium (Korpres) pertama untuk masa 8 bulan ke depan, dihitung sejak pelantikan nanti. Rapat yang digelar di ruang Ny Dorothea Samola-Luntungan Lantai 1 Graha Pena, Manado Post Grup dipimpin langsung Iskandar sebagai Korpres pertama.
Rapat diikuti 7 presidium lengkap, dengan 5 hadir secara fisik dan dua melalui daring. Yang hadir langsung yakni Iskandar Kamaru, Hairil Paputungan, Madzhabullah ‘Ical’ Ali, Fikry Darise dadn Firman ‘Ai’ Mustika. Sedangkan dua orang yakni Jifly Adam dan Mursidin Mokobombang lewat daring.
Poin berikut adalah menetapkan formasi kepengurusan. 7 Presidium membawahi masing-masing dua bidang. Bidang-bidang itu akan diketuai oleh Koordinator Bidang (Korbid) dengan dua anggota. Lalu Formasi Sekretaris Umum akan dibantu dua wakil sekretaris. Begitu-pun Bendahara, akan ada dua wakil bendahara. Total kepengurusan MW KAHMI Sulut periode 2026-2031 berjumlah 55 orang. Di luar Majelis Etik, Dewan Pakar dan Majelis Pembina. Tiga unsur ini juga masing-masing berjumlah tujuh orang.
‘’Ini sesuai dengan format kepengurusan Majelis Nasional (MN) KAHMI, tapi beberapa menyesuai dengan kondisi daerah kita, Sulut. Agar semua ter-cover sebagaimana kebutuhan daerah,’’ ujar Iskandar Kamaru, yang juga Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
Pengisian format itu akan dilaksanakan pada rapat berikut. Paling seru ketika dilakukan pemilihan Sekretaris dan Bendahara. Khusus dua formasi ini, membutuhkan waktu lumayan lama. Dinamika antar presidium tercipta dan harus beberapa kali dilakukan rembuk untuk mencari solusi terbaik. Formasi kepengurusan memang menjadi ranahnya 7 Presidium terpilih pada Muswil X MW KAHMI Sulut yang digelar pada 30-31 Oktober hingga Minggu (1/11) dini hari.
Pada tahap penjaringan bakal calon, di posisi sekretaris muncul 10 nama. Sedangkan di bendahara terjaring 5 nama. Saat menuju tahap selanjutnya, tiga nama mengerucut di posisi sekretaris. Sedangkan bendahara tersisa dua nama. Karena masih terdapat beberapa pertimbangan, 7 presidium memutuskan menunda penetapan dua pos itu pada rapat berikut yang akan digelar pekan depan.
‘’Kita mencari yang terbaik lewat musyawarah. Karena kami semua menyadari tak akan mungkin bisa menyenangkan semua pihak, terutama barisan kader dan alumni. Oleh karena itu diputuskan bersama menunda penetapan Sekretaris dan dua wasek, juga Bendahara dan dua waben pada rapat selanjutnya yang In Shaa Allah akan digelar pada pekan depan,’’ jelas Ai Firman yang juga resmi ditetapkan sebagai Humas MW KAHMI Sulut.
Yang pasti format kepengurusan akan di-push kelar paruh November agar nanti bisa langsung bekerja. Baik untuk persiapan pelantikan yang dijawalkan dilaksanakan Desember 2026, maupun Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pertama nanti.(herry lengkong)