Sempat Ketimpa Isu Kasus Penyadapan, Isu Boikot Raffi Ahmad dan RANS Carnival Muncul Lagi

Hairil Paputungan • Dipublikasikan Jumat, 6 November 2026 | 10:28 WIB
KONTROVERSI: Sebagai Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad dikecam publik akibat hadir di acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Bundaran HI, Jakarta, pada Kamis 29 Oktober 2026 pekan lalu. Kini isu boikot Raffi dan RANS muncul kembali. (foto/ist)
KONTROVERSI: Sebagai Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad dikecam publik akibat hadir di acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Bundaran HI, Jakarta, pada Kamis 29 Oktober 2026 pekan lalu. Kini isu boikot Raffi dan RANS muncul kembali. (foto/ist)

JAGOSATU.COM - Pesohor ternama Indonesia, Raffi Ahmad tengah menghadapi gelombang kritik dan seruan cancel culture dari masyarakat setelah menghadiri acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Bundaran HI, Jakarta, pada Kamis 29 Oktober 2026 pekan lalu, yang digelar bersama Polda Metro Jaya.

Ketika baru mulai ramai dibahas netizen dan media massa, isu ini kemudian tenggelam dengan penangkapan terhadap para jenderal polisi yang diduga terlibat penyadapan teehadap Presiden Prabowo Subianto dan deretan petinggi negeri.

Pada ujungnya, publik tak terlalu menaruh perhatian terhadap isu RANS yang kini mulai ditinggal banyak rekan bisnis. Hingga sahamnya kian anjlok. Padahal, pria yang dijuluki Sultan Andara itu selalu menarik perhatian publik, bahkan hanya sekadar acara keluarga saja.

Raffi Malik Ahmad, nama lengkap pria 39 tahun ini, yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, dinilai kontroversial menghadiri acara itu, karena acara tersebut berlangsung sehari setelah aksi demonstrasi mahasiswa dan masyarakat sipil (termasuk BEM UI) di lokasi yang sama, serta muncul dugaan pelibatan massa atau mahasiswa bayaran.

Dampaknya cukup membuat suami Nagita Slavina itu puyeng. Reaksi publik negatif.

Sejumlah musisi dan UMKM juga memilih mundur dari acara RANS Carnival. Akibatnya suasana di sekitar panggung terlihat sepi.

Saham emiten yang terkait dengan RANS turut mengalami tekanan dan penurunan.

Memang, pihak Polda Metro Jaya telah menyampaikan permohonan maaf kepada publik terkait kegaduhan tersebut.

Raffi Ahmad juga sudah menyampaikan klarifikasi. Melalui video klarifikasi resminya, Raffi Ahmad menyampaikan permintaan maaf yang tulus dan menegaskan bahwa ia hadir murni sebagai tamu undangan tanpa terlibat dalam perencanaan, penyusunan, maupun pengaturan jalannya acara. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum pasti serta menghindari fitnah.

Boikot RANS

Meski begitu, seruan boikot Raffi Ahmad tetap viral meski tidak sekencang kasus dugaan penyadapan.

Pada Selasa, 3 November 2026 Raffi Ahmad dan istrinya, Nagita Slavina hadir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Walau demikian, seruan boikot di media sosial, ternyata berdampak pada bisnis dan acara yang dikelolanya. Raffi Ahmad menghadiri acara tersebut sebagai Utusan Khusus Presiden, namun kritik muncul terkait keaslian status peserta dan perannya dalam acara, meskipun ia telah menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf. Akibat polemik ini, sejumlah musisi seperti Tipe-X dan Guyon Waton serta beberapa pelaku UMKM memutuskan mundur dari RANS Carnival, yang merupakan acara musik dan budaya yang diselenggarakan oleh RANS Entertainment.

Setelah isu penyadapan mulai memasuki babak baru, polemik mengenai boikot Raffi Ahmad di media sosial muncul lagi Jumat (6/11) hari ini. Berkembang menjadi perbincangan yang tidak hanya menyangkut sosok Raffi Ahmad, tetapi juga merambah ke aktivitas bisnis yang berada di bawah naungannya.

Pada Kamis 29 Oktober 2026, Raffi Ahmad menghadiri Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Kehadiran Raffi Ahmad dalam acara yang diselenggarakan oleh Polda Metro Jaya itu menuai kritik di tengah perhatian masyarakat terhadap gerakan mahasiswa dan aspirasi publik. Statusnya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni menyampaikan pesan kepada para pemuda untuk melawan hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi.

Polemik berkembang mengenai dugaan keaslian status sejumlah peserta yang mengenakan atribut mahasiswa di acara tersebut. Dugaan ini memicu kritik terhadap penyelenggaraan acara serta Raffi Ahmad. Ayah tiga anak itu berusaha keras menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul.

Dia menjelaskan bahwa kehadirannya dalam deklarasi tersebut merupakan undangan dan dirinya tidak terlibat dalam perencanaan acara. Raffi juga menyatakan akan lebih berhati-hati dalam menerima undangan kegiatan di kemudian hari.

Di samping itu, Polda Metro Jaya turut menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi dan menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi. Kendati demikian, hal tersebut tidak menghentikan berkembangnya kontroversi seruan boikot terhadap Artis kelahiran Bandung itu.

Seruan boikot juga berdampak terhadap bisnis yang dijalankannya. Musisi dan UMKM Mundur dari RANS Carnival Raffi Ahmad melalui RANS Entertainment menyelenggarakan carnival musik yang diisi dengan kegiatan olahraga, kuliner, budaya lokal, serta partisipasi pelaku UMKM dalam satu rangkaian acara.

Rekaman media, Sabtu (31/10/2026), Band Tipe-X hingga Guyon Waton menyatakan mundur dan tidak tampil di RANS Carnival usai polemik Raffi Ahmad menghadiri acara peringatan Sumpah Pemuda di Bundaran HI. "Kita mundur dari acara ini, sampai jumpa di lain pesta. Salam X," tulis Tipe-X dikutip dari akun Instagram @tipexofficial, Sabtu (31/10/2026). Tindakan serupa juga dilakukan oleh Guyon Waton. Dilihat di akun Instagram-nya, mereka lebih dulu menyatakan mundur dari acara tersebut, rencananya akan tampil pada Sabtu (31/10/2026). Mereka meminta maaf karena mundur dari acara itu atas banyaknya perbincangan yang belakangan ini terjadi terkait Raffi Ahmad.

"Atas nama Management Guyon Waton kami memohon maaf untuk tidak bisa melanjutkan acara tersebut," tulisnya. Bukan hanya itu, terdapat juga beberapa rumor yang tersebar bahwa UMKM turut membatalkan keikutsertaan dalam RANS Carnival. Keputusan tersebut menjadi perhatian karena beberapa pelaku usaha sebelumnya telah mempersiapkan stok produk dan kebutuhan operasional untuk mengikuti festival tersebut.

Ibunda Raffi Ahmad, Amy Qanita ikut membuat positingan dukungan moril kepada putra sulungnya itu. Ia menegaskan akan tetap mensupport sang putra dalam kondisi apapun.(dbs/dth/bsi)

  

Editor : Hairil Paputungan
Polemik Raffi Ahmad dan RANS