Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Kajian Ahli Gizi Ungkap Susu Oat Tidak Dapat Diandalkan sebagai Solusi Penurunan Berat Badan

Tina Mamangkey • 2023-07-08 08:43:31
Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK dalam acara “Ngopi Susu” yang digelar Greenfields Indonesia di Jakarta, Jumat (7/7/2023). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.
Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK dalam acara “Ngopi Susu” yang digelar Greenfields Indonesia di Jakarta, Jumat (7/7/2023). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.

JAGOSATU.COM - Dokter Spesialis Gizi Klinik yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia, dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK, mengungkapkan bahwa konsumsi susu oat belum tentu efektif dalam membantu seseorang menurunkan berat badan.

Hal ini dikarenakan komposisi susu oat yang didominasi oleh karbohidrat.

"Lihat komposisinya. Oat itu (sumbernya) karbohidrat yang mendominasi.

Kalau dibikin susu, susunya tinggi akan karbohidrat," ujar Christopher di Jakarta pada hari Jumat.

Menurut Christopher, sebagian orang bahkan menambahkan susu oat dengan oat yang sama, yang pada akhirnya menggandakan jumlah asupan karbohidrat.

Padahal, bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan, disarankan untuk membatasi asupan karbohidrat.

"Kebayang enggak karbohidrat plus karbohidrat sama dengan makan nasi goreng pakai nasi putih.

Turun enggak berat badan? Enggak karena karbohidratnya banyak sekali di situ," jelas Christopher.

Christopher juga mengingatkan bahwa susu oat seringkali mengandung kadar gula yang tinggi.

Meskipun demikian, ia tidak mempermasalahkan jika orang-orang yang ingin menurunkan berat badan memilih susu rendah lemak.

Namun, ia menekankan pentingnya menghitung kebutuhan nutrisi harian, termasuk kalori dan protein.

Hal ini juga mencakup asupan makanan atau camilan pada siang dan sore hari.

"Untuk orang yang sedang diet, susu rendah lemak boleh dikonsumsi karena kandungan proteinnya yang tinggi.

Selama mereka masih membatasi asupan kalori, itu tidak masalah.

Namun, perlu berhati-hati dengan camilan pada siang hari dan sore hari," kata Christopher.

Terkait upaya menurunkan berat badan, Kementerian Kesehatan merekomendasikan penurunan berat badan maksimal 2 kilogram per bulan atau 1/2 kilogram per minggu dengan mengurangi asupan energi sebanyak 500 kalori per hari.

Misalnya, jika kebutuhan kalori harian sekitar 2.283 kalori, maka asupan harian yang dibutuhkan adalah sekitar 1.783 kalori.

Selain itu, orang-orang juga perlu meningkatkan aktivitas fisik, seperti menggunakan tangga dan berjalan lebih jauh dari tempat parkir, serta melibatkan diri dalam aktivitas keluarga pada akhir pekan.

Dalam konsumsi makanan sehari-hari, disarankan untuk tidak mengurangi jumlahnya secara drastis, karena hal itu dapat menyebabkan pusing, lemas, keringat dingin, atau gejala lain yang berbahaya bagi kesehatan.

Christopher juga menekankan bahwa orang-orang sebaiknya tidak mengandalkan hanya pada makanan formula, obat-obatan, atau bahan penurunan berat badan tanpa pengawasan dari tenaga kesehatan.(Antara)

Editor : Tina Mamangkey
#menurunkan berat badan #susu oat #oat milk #turunkan berat badan