Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Psikolog Anak Mengungkap Cara Tepat Orang Tua Memberitahukan Penyakit kepada Anak

Deiby Rotinsulu • 2023-07-21 15:43:25
Psikolog klinis anak dan keluarga sekaligus Ketua Ikatan psikolog Klinis Indonesia Wilayah DKI Jakarta Anna Surti Ariani saat dijumpai di Ronald McDonald House Charities RSCM, Jakarta, Jumat (21/7).
Psikolog klinis anak dan keluarga sekaligus Ketua Ikatan psikolog Klinis Indonesia Wilayah DKI Jakarta Anna Surti Ariani saat dijumpai di Ronald McDonald House Charities RSCM, Jakarta, Jumat (21/7).

JAGOSATU.COM - Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Psi, Menyarankan Cara Orang Tua Berbicara tentang Penyakit dengan Anak

Anna Surti Ariani, seorang psikolog klinis anak dan keluarga, berbagi pandangannya tentang cara terbaik untuk memberitahu anak tentang penyakit yang cukup serius.

Menurutnya, penting untuk menggunakan bahasa yang sederhana agar anak dapat memahaminya dengan baik.

"Sebenarnya ketika menjelaskan sesuatu yang sulit ke anak, kita perlu dengan bahasa yang sesederhana mungkin. Supaya bisa dipahami anak," kata Anna saat diwawancarai di Jakarta.

Anna, yang juga Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Wilayah DKI Jakarta, menekankan pentingnya tetap membesarkan hati anak meskipun orang tua harus memberitahu hal buruk seperti mengidap leukemia.

Dia menyarankan orang tua untuk jujur dan membuka diri dengan mengatakan bahwa sang anak bisa sembuh melalui proses pengobatan.

"Sampaikan juga bahwa apapun yang terjadi, 'Papa dan Mama akan usahakan supaya bisa sembuh dan akan selalu ditemani'. Itu bisa membuat anak merasa bahwa dia tetap dicintai," tambahnya.

Anna juga menyarankan penggunaan gambar sebagai alat bantu untuk menjelaskan penyakit dan proses penyembuhannya.

Orang tua dapat bersama anak menggambar tubuh dan memberi warna pada bagian yang sakit, lalu menjelaskan cara penyembuhannya.

Untuk meningkatkan semangat anak yang merasa murung atau kesakitan, orang tua dapat mengingatkan tujuan dari perawatan tersebut.

“Untuk membangkitkan semangat, kita ingatkan tujuannya. Jangan menihilkan sakitnya, tapi, fokus ke tujuan. Contoh beri tahu ‘nanti kalau suntik akan sakit, tapi, itu yang bikin sembuh’ atau 'minum obat pahit, tapi, nanti bisa sembuh," ungkap Anna.

Dengan penjelasan yang tepat tentang penyakit dan pengobatan, anak dapat memiliki pandangan yang lebih positif tentang obat dan proses pengobatan yang dijalani.

Anna menegaskan pentingnya tidak menyangkal rasa sakit dan tidak perlu berbohong, melainkan fokus pada tujuan pengobatan.

Selain itu, Anna juga mendorong orang tua untuk terbuka terhadap bantuan dan bekerja sama dengan orang lain, terutama jika memiliki lebih dari satu anak.

Ia mengingatkan bahwa sebagai caregiver (pengasuh), tidak baik hanya berfokus pada satu anak saja, sehingga diperlukan waktu berkualitas untuk anak-anak yang sehat juga.

"Selama merawat anak yang sakit, orang tua tetap perlu waktu untuk beristirahat dan sedikit berjarak dari anak yang sakit untuk sementara waktu adalah tidak masalah," tambah Anna.

Menjaga keseimbangan antara merawat anak yang sakit dan memberikan perhatian pada anak lainnya merupakan aspek penting dalam peran orang tua.(jpg)

Editor : Deiby Rotinsulu
#Ikatan Psikolog Klinis #Psikolog #psikolog anak