JAGOSATU.COM - Telur dikenal sebagai salah satu sumber protein hewani yang baik untuk memenuhi kebutuhan protein tubuh.
Dalam telur, terkandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin A, vitamin D, asam folat, asam lemak omega-3, fosfor, selenium, dan sejumlah nutrien lainnya yang mendukung kesehatan tubuh.
Namun, masih banyak orang yang mempercayai mitos bahwa mengonsumsi banyak telur dapat menyebabkan bisul, menyebabkan beberapa orang enggan mengonsumsi telur.
Apakah benar mengonsumsi banyak telur dapat menyebabkan bisul?
Menurut informasi dari laman Siloam Hospitals pada Kamis (30/11), bisul, atau furunkel, adalah peradangan pada folikel rambut yang dapat menimbulkan benjolan merah, berisi nanah pada kulit, dan terasa nyeri.
Ternyata, informasi tentang hubungan antara konsumsi telur dan munculnya bisul hanyalah mitos semata.
Hingga saat ini, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa konsumsi telur dapat menyebabkan munculnya bisul.
Bukannya disebabkan oleh konsumsi telur, penyebab utama bisul adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada folikel rambut.
Pada dasarnya, bakteri tersebut sering ditemukan pada permukaan kulit dan lapisan dalam hidung tanpa menimbulkan masalah apa pun.
Namun, bakteri Staphylococcus aureus dapat menyebabkan infeksi jika terdapat luka gores atau gigitan serangga pada permukaan kulit, yang menjadi pintu masuk bagi bakteri.
Selain itu, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko munculnya bisul antara lain:
- Kurang menjaga kebersihan diri sendiri maupun lingkungan di sekitar.
- Kurang asupan nutrisi tubuh.
- Kontak langsung dengan penderita bisul.
- Terdapat luka terbuka yang mengalami infeksi.
- Obesitas.
- Menderita masalah kulit lain, seperti scabies atau eksim.
- Sering menggunakan pakaian ketat.
Dengan demikian, terbukti bahwa konsumsi banyak telur tidak memicu munculnya bisul."
Namun, bagi sebagian orang yang alergi telur, kemungkinan bisul dapat muncul, terutama pada anak-anak.
Saat muncul reaksi, penderita alergi telur mungkin sering menggaruk kulitnya."
Jika digaruk secara berlebihan, ini dapat menyebabkan luka yang menjadi pintu masuk bagi bakteri, memicu munculnya bisul.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi telur bukanlah penyebab munculnya bisul, sehingga aman untuk dikonsumsi oleh orang sehat atau yang tidak memiliki riwayat alergi telur."
Tetapi, bagi mereka yang memiliki riwayat alergi telur, disarankan untuk membatasi konsumsi telur guna menghindari risiko munculnya alergi dan bisul. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey