JAGOSATU.COM - Selain teknik memasak seperti menggoreng, merebus, dan mengukus, masyarakat Indonesia juga mengenal penggunaan arang sebagai sarana memasak.
"Arang sendiri dihasilkan dari pembakaran dan pengolahan kayu pohon."
Arang digunakan sebagai bahan bakar untuk menciptakan api dan memasak makanan dengan cara yang tradisional.
Ternyata, pemanfaatan arang dalam proses memasak juga memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh, selama dikonsumsi dengan takaran yang sesuai dan tidak berlebihan.
Simak manfaat kesehatan yang diperoleh dari mengonsumsi makanan hasil proses pembakaran dengan arang, seperti dilansir dari Pojok Satu.
1. Mengurangi Kadar Lemak
Arang tidak mengandung kalori atau menambah kalori pada makanan.
Sebaliknya, proses memasak makanan dengan arang dapat membantu mengurangi tingkat lemak dalam makanan.
Ini merupakan alasan utama, mengapa banyak koki dan ahli memilih untuk membakar daging menggunakan arang.
Tujuannya adalah, untuk mengurangi kandungan lemak dan kalori dalam daging sebelum dikonsumsi.
2. Meningkatkan Kandungan Gizi
Dibandingkan dengan proses penggorengan, metode pembakaran jauh lebih sehat.
Hal ini disebabkan oleh, kecepatan memasak yang lebih tinggi selama proses pembakaran.
Ketika makanan dimasak dengan cepat, jumlah nutrisi yang terbuang akan lebih sedikit.
Akibatnya, sebagian besar nutrisi dalam makanan akan tetap terjaga dengan baik dan dapat diserap dengan maksimal oleh tubuh.
Penggunaan arang dalam proses memasak terbukti dapat menjaga kandungan vitamin dan mineral lebih baik, dibandingkan dengan proses memasak yang memakan waktu lebih lama.
3. Mengurangi Kadar Natrium
Kelebihan natrium atau garam, dapat mengganggu kesehatan kardiovaskular dan meningkatkan tekanan darah pada orang dewasa.
Maka, proses pembakaran makanan dengan arang dapat mengakibatkan hilangnya kadar garam dalam makanan.
Mengonsumsi makanan yang dipersiapkan dengan metode ini telah direkomendasikan oleh ahli gizi, terutama untuk penderita hipertensi.
4. Membuat Kenyang
Membuat kenyang lebih cepat melalui proses memasak, dapat dicapai dengan cara membakar makanan menggunakan arang.
Suhu tinggi saat memasak menggunakan arang, dapat menyebabkan pembakaran gula dan menghasilkan proses karamelisasi alami.
Penelitian lain menunjukkan, bahwa makanan yang mengalami sentuhan karamelisasi dapat mempercepat rasa kenyang pada konsumen.
5. Memperbaiki Proses Pencernaan
Manfaat dari keberadaan charcoal atau arang aktif yang melekat pada makanan, sangat beragam dan bermanfaat bagi tubuh.
Mulai dari dampak antioksidan, hingga perannya dalam memfasilitasi proses pencernaan yang lebih optimal.
Arang dapat berperan dalam menguraikan kandungan protein yang terdapat dalam makanan.
Akibatnya, makanan menjadi lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan dan tidak memberatkan kinerjanya.
Dengan demikian, menggunakan arang sebagai metode memasak bukan hanya sekadar alternatif, tetapi juga membawa sejumlah keuntungan bagi kesehatan yang signifikan. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey