Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Kanker Pankreas, Silent Killer yang Memerlukan Deteksi Dini dan Pencegahan Tepat

Tina Mamangkey • 2024-01-15 08:44:35
TIDAK SPESIFIK: Waspadai nyeri pada ulu hati, penurunan berat badan. mata kuning, mudah lemas, dan nafsu makan berkurang yang bisa jadi terkait dengan proses kanker pankreas.
TIDAK SPESIFIK: Waspadai nyeri pada ulu hati, penurunan berat badan. mata kuning, mudah lemas, dan nafsu makan berkurang yang bisa jadi terkait dengan proses kanker pankreas.

JAGOSATU.COM - Dalam fase awal, kanker pankreas seringkali tidak menunjukkan gejala yang dapat dirasakan.

Barulah ketika gejala muncul, stadium penyakit sudah cenderung lanjut.

Gejala kanker pankreas bersifat nonspecific, termasuk nyeri di bagian ulu hati, penurunan berat badan, mata yang kuning, kelelahan, kelemahan, dan penurunan nafsu makan. Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam SpPD KGEH MMB FINASIM FACP menjelaskan, banyak pasien baru mencari bantuan medis ketika sudah terlambat.

Dengan pertumbuhan tumor, pasien akan mulai merasakan nyeri.

Tumor yang tumbuh juga dapat menekan lambung, menyebabkan rasa mual dan muntah, kadang-kadang disertai diare dan pembengkakan pada kaki atau perut.

Dokter Ari menegaskan bahwa seringkali nyeri di ulu hati dianggap sebagai masalah lambung, padahal pankreas berada di tengah ulu hati.

Oleh karena itu, nyeri ulu hati tidak boleh diabaikan karena bisa jadi terkait dengan proses kanker pankreas.

Dokter Ari menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter dan melakukan USG jika diperlukan.

Jika kanker terdeteksi pada stadium awal (stadium 1) dengan tumor yang masih kecil, operasi pengangkatan dapat menjadi pilihan.

Namun, jika tumor sudah besar, pengobatan lebih fokus pada mengurangi nyeri yang disebabkan oleh efek tumor dan meningkatkan kualitas hidup melalui radioterapi atau kemoterapi.

Karena fase awal kanker pankreas seringkali tanpa gejala, pemeriksaan medis rutin menjadi langkah penting dalam mendeteksi keberadaan kanker.

Ini menjadi lebih krusial, terutama bagi mereka dengan faktor genetik yang meningkatkan risiko.

Dokter Ari menekankan bahwa beberapa medical checkup sudah dilengkapi dengan tumor marker, seperti Ca 19-9 yang dapat mendeteksi masalah pada pankreas.

Dalam konteks data, 90 persen kasus kanker pankreas berakhir dengan kematian.

Meskipun risiko kanker pankreas meningkat seiring bertambahnya usia, tidak dapat diabaikan bahwa orang muda juga dapat terkena penyakit ini.

Usia 30–40 tahun bukanlah kekecualian, terutama jika ada kebiasaan merokok dan minum alkohol sejak usia muda, serta faktor risiko lain seperti obesitas dan kurangnya aktivitas fisik. (jpg)

Langkah Cegah Kanker Pankreas

• Diet seimbang, hindari konsumsi makanan tinggi lemak

• Olahraga teratur

• Kontrol berat badan

• Stop rokok dan minuman beralkohol

• Rutin medical checkup

• Untuk pasien diabetes, kontrol gula darah

• Segera periksa begitu terasa nyeri ulu hati

Apa Saja Faktor Risikonya?

• Jenis kelamin laki-laki (lebih sering dibandingkan perempuan)

• Usia > 55 tahun

• Obesitas

• Diet tinggi lemak

• Pasien diabetes melitus

• Konsumsi minuman beralkohol

• Perokok

• Sering mengalami radang pankreas

• Genetik

Editor : Tina Mamangkey
#kanker pankreas #kanker #ulu hati #universitas indonesia #silent killer