Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

1,7 Juta Perempuan Indonesia Terancam Meninggal! Inilah Penyebabnya

ALengkong • 2024-08-13 21:17:27

ilustrasi perempuan
ilustrasi perempuan
jagosatu.com- Kanker serviks, atau kanker leher rahim, adalah salah satu penyakit yang menjadi momok menakutkan bagi perempuan di Indonesia. Tanpa tindakan pencegahan yang efektif, diperkirakan lebih dari 1,7 juta perempuan Indonesia akan meninggal karena kanker ini pada tahun 2070.

Penyebab dan Kondisi Saat Ini

Kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV) yang bersifat onkogenik. Saat ini, Indonesia menduduki peringkat ketiga tertinggi di Asia Tenggara untuk jumlah kasus baru kanker serviks dan peringkat keempat untuk tingkat kematiannya. Menurut dr. Yudhi Pramono, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, kanker serviks menempati posisi kedua sebagai jenis kanker yang paling banyak dialami perempuan di Indonesia.

Tantangan dalam Penanganan

Banyak perempuan yang baru memeriksakan diri ketika kanker sudah berada pada stadium lanjut, yaitu stadium tiga dan empat. Kondisi ini membuat peluang kesembuhan menurun dan biaya pengobatan menjadi sangat besar. Untuk mengatasi hal ini, Kementerian Kesehatan RI telah meluncurkan Rencana Aksi Nasional (RAN) yang berfokus pada empat pilar utama: layanan skrining, imunisasi vaksin HPV, serta tata laksana bagi pasien pra-kanker.

Langkah-Langkah Pencegahan

Kemenkes menargetkan bahwa pada fase pertama, 90% anak perempuan usia 11 dan 12 tahun, baik yang bersekolah maupun tidak, akan menerima vaksin HPV secara lengkap. Selain itu, perempuan usia 15 tahun yang belum mendapatkan vaksin juga akan divaksinasi. Pada fase kedua, vaksinasi akan mencakup 90% anak perempuan dan laki-laki usia 11 dan 12 tahun, serta perempuan dewasa berusia 21-26 tahun sesuai kebutuhan.

Untuk skrining, pada fase pertama, Kemenkes menargetkan 70% perempuan berusia 30 hingga 69 tahun untuk diskrining menggunakan tes DNA HPV. Pada fase kedua, target ini akan meningkat menjadi 75%, dengan skrining dilakukan setiap 10 tahun sekali.

Kanker serviks merupakan ancaman serius bagi kesehatan perempuan di Indonesia. Dengan upaya pencegahan yang lebih intensif, termasuk vaksinasi dan skrining, diharapkan angka kematian akibat kanker ini dapat ditekan secara signifikan. Dukungan dan kesadaran dari semua pihak sangat diperlukan untuk mengawal keberhasilan program ini dan melindungi generasi mendatang dari ancaman kanker serviks


(ShellyneSalainti)

Editor : ALengkong
#Statistik kanker serviks 2070 #Skrining kanker serviks #Kanker serviks di Indonesia #Kasus kanker perempuan Indonesia #Vaksin HPV