JagoSatu.com - Pemahaman medis selama puluhan tahun mengenai penyebab penyakit sapi gila kini mendapat tantangan melalui temuan riset terbaru dari University of Alberta. Selama ini, penyakit tersebut dipahami sebagai akibat dari protein otak yang terlipat salah, atau prion, yang bersifat menular. Namun, penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Molecular Sciences menunjukkan bahwa kerusakan saraf serupa dapat terjadi meski tanpa kehadiran prion menular di dalam tubuh.
Peneliti menemukan bahwa lipopolisakarida (LPS), yaitu endotoksin atau racun bakteri yang sangat kuat, mampu memicu peradangan kronis di dalam otak. Peradangan ini dapat menyebabkan perubahan neurodegeneratif secara mandiri tanpa melibatkan mekanisme prion yang selama ini dianggap sebagai penyebab utama. Temuan ini mengubah cara pandang para ahli dalam memahami perkembangan penyakit saraf tersebut.
Burim Ametaj, imunobiolog nutrisi dari University of Alberta sekaligus penulis utama studi ini, menyatakan bahwa neurodegenerasi kemungkinan tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal. Kerusakan otak yang parah diduga merupakan hasil interaksi berbagai proses biologis yang terjadi secara bersamaan. Dalam kondisi ini, peradangan kronis yang berlangsung terus-menerus dapat melemahkan sistem pertahanan otak secara signifikan.
Implikasi penelitian ini sangat luas karena menantang teori arus utama yang telah lama digunakan dalam dunia patologi otak. Dengan adanya bukti bahwa bakteri dapat menjadi pemicu alternatif, para ilmuwan kini memiliki perspektif baru dalam meneliti penyebab kerusakan saraf yang sebelumnya selalu dikaitkan dengan prion. Hal ini diharapkan membuka peluang bagi pengembangan strategi pencegahan dan penanganan penyakit neurodegeneratif yang lebih tepat.
Penelitian ini juga menegaskan pentingnya meninjau kembali teori medis yang telah mapan ketika muncul bukti empiris baru. Dengan pemahaman bahwa endotoksin bakteri dapat berperan penting dalam patologi otak, komunitas ilmiah kini dihadapkan pada tantangan untuk mengeksplorasi hubungan antara mikrobiota dan kesehatan sistem saraf pusat. Studi ini diharapkan menjadi titik awal bagi penelitian lanjutan mengenai mekanisme kompleks di balik penyakit sapi gila serta berbagai penyakit neurodegeneratif lainnya.
Editor : ALengkongSumber : https://www.kompas.com/sains/read/2026/07/10/182100523/penyakit-sapi-gila-mungkin-bukan-hanya-soal-prion-ini-temuan-barunya?source=widgetML&engine=C