JagoSatu.com - Nasi merupakan salah satu jenis karbohidrat yang cocok dikonsumsi dengan berbagai makanan, mulai dari sayuran hingga daging. Jenisnya pun bermacam-macam, seperti nasi putih atau nasi merah. Menurut siaran Health pada Rabu (15/7) waktu setempat, nasi merah yang terbuat dari biji-bijian utuh dianggap lebih sehat dibandingkan nasi putih.
Satu cangkir beras merah butir panjang yang dimasak mengandung 248 kalori, 1,96 gram lemak, 8,08 miligram natrium, 51,7 gram karbohidrat, 3,23 gram serat, 0,485 gram gula tambahan, dan protein sebesar 5,54 gram. Nasi merah yang dimasak juga mengandung antara 10 persen hingga 27 persen dari target harian selenium, tembaga, fosfor, dan beberapa vitamin B.
Selain itu, beras merah kaya akan vitamin dan asam lemak esensial. Satu cangkir dapat memberikan setidaknya 85 persen dari kebutuhan mangan harian, yang bermanfaat untuk fungsi kekebalan tubuh, reproduksi, dan tulang yang kuat. Beras merah juga memberikan lebih dari 20 persen kebutuhan magnesium harian, yang penting untuk fungsi otot dan saraf, produksi DNA, serta pengaturan gula darah dan tekanan darah.
Manfaatnya bagi tubuh pun sangat banyak. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan beras putih, beras merah mungkin tidak terkait dengan penambahan berat badan. Beras merah juga dapat meningkatkan tingkat metabolisme basal, yang berarti tubuh membakar lebih banyak kalori saat duduk atau bersantai.
Beras merah yang mengandung biji-bijian utuh juga kaya akan antioksidan seperti senyawa fenolik, flavonoid, dan antosianin. Antioksidan merupakan molekul kuat dalam makanan nabati yang dapat mencegah atau menunda beberapa jenis kerusakan sel. Senyawa fenolik khususnya dikenal melindungi sel dari kerusakan yang terkait dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2, obesitas, kanker, dan penyakit jantung.
Bahan pangan ini turut memainkan peran penting dalam mengatur gula darah, dan dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2. Hal ini kemungkinan karena lapisan dedak pada beras merah, yang dihilangkan dari beras putih, dicerna lebih lambat sehingga mencegah lonjakan gula darah.
Mengonsumsi nasi merah juga dapat membantu menurunkan faktor-faktor yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti kadar lipid darah tinggi, kolesterol, dan tekanan darah. Diet yang kaya akan beras merah dapat secara signifikan mengurangi penanda inflamasi, termasuk protein C-reaktif, dan faktor risiko penyakit jantung koroner lainnya.