JagoSatu.com - Banyak orang memulai hari dengan menikmati secangkir teh hangat untuk memberikan rasa nyaman sekaligus berupaya memenuhi kebutuhan cairan harian mereka.
Namun, masih banyak masyarakat yang meyakini anggapan bahwa kandungan kafein di dalam teh justru membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan dibandingkan air putih.
Lantas, apakah teh benar-benar memiliki kemampuan yang sama dalam menghidrasi tubuh manusia jika dibandingkan dengan air putih?
Anggapan umum yang menyatakan bahwa konsumsi teh dapat menyebabkan dehidrasi ternyata sebagian besar merupakan sebuah mitos belaka menurut pandangan para tenaga kesehatan profesional.
Ahli gizi Lauren Manaker, M.S., R.D.N. menjelaskan bahwa berdasarkan temuan ilmiah, teh mampu menghidrasi tubuh dengan tingkat efektivitas yang hampir sama seperti air putih biasa.
Dalam jumlah yang telah diteliti, teh hitam terbukti mampu menghidrasi tubuh sama baiknya dengan konsumsi air putih tanpa memberikan dampak buruk bagi keseimbangan cairan.
Senada dengan penjelasan tersebut, ahli gizi Jessica Clancy-Strawn, M.A., R.D.N. menyatakan bahwa kandungan kafein di dalam teh memang memiliki efek diuretik alami.
Kendati demikian, pengaruh diuretik tersebut tergolong sangat ringan sehingga tidak sampai mengurangi tingkat hidrasi tubuh secara bermakna apabila dikonsumsi dalam batasan normal.
Kandungan kafein yang terdapat pada teh tidak serta-merta membuat tubuh seseorang langsung mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi total dalam aktivitas sehari-hari.
Kafein memang sering kali dikaitkan dengan peningkatan produksi urine yang membuat sebagian orang memilih menghindari teh saat ingin menjaga kadar cairan tubuh.
Namun demikian, Clancy-Strawn menambahkan bahwa efek peningkatan produksi urine tersebut hanya akan menjadi signifikan apabila asupan kafein harian berada dalam tingkat yang sangat tinggi.
Selain teh tawar, ia juga menjelaskan bahwa teh manis tetap dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh meskipun tambahan gula di dalamnya sempat memengaruhi kadar glukosa darah.
Perubahan kadar glukosa darah yang bersifat sementara akibat konsumsi gula tersebut dipastikan tidak akan menghalangi proses penyerapan cairan oleh tubuh.
Di samping berfungsi menggantikan cairan tubuh yang hilang, secangkir teh juga kaya akan kandungan senyawa bioaktif berupa polifenol yang bertindak sebagai antioksidan alami.
Kehadiran senyawa antioksidan tersebut membuat konsumsi teh tidak hanya membantu mencukupi kebutuhan cairan harian, tetapi juga memberikan tambahan manfaat positif bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Sementara itu, varian teh herbal dinilai menjadi pilihan yang paling optimal bagi masyarakat yang ingin memaksimalkan proses hidrasi tanpa paparan zat stimulan sama sekali.
Ahli gizi Angel Luk, R.D. menjelaskan bahwa jenis teh bebas kafein seperti teh peppermint dan chamomile secara teknis sedikit lebih unggul dalam urusan hidrasi tubuh.
Meskipun demikian, perbedaan tingkat hidrasi antara teh berkafein dan teh herbal tersebut relatif sangat kecil karena efek diuretik dari kafein teh tergolong sangat ringan.
Clancy-Strawn turut menambahkan bahwa berbagai pilihan teh herbal seperti mint, chamomile, rooibos, hibiscus, serta jahe mampu menghidrasi tubuh secara optimal layaknya air putih.
Beberapa jenis teh herbal bahkan diketahui mengandung elektrolit alami yang sangat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh setelah seseorang melakukan aktivitas fisik yang melelahkan.
Kendati demikian, para ahli tetap menyarankan agar masyarakat membatasi konsumsi teh harian agar manfaat kesehatannya dapat diperoleh secara maksimal tanpa menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.
Manaker menyarankan agar konsumsi teh dibatasi berkisar antara tiga hingga lima cangkir dalam sehari agar tetap aman serta memberikan keuntungan kesehatan yang optimal bagi tubuh.
Konsumsi teh yang terlalu berlebihan dikhawatirkan justru dapat memicu gangguan pencernaan, meningkatkan sensitivitas terhadap kafein, hingga menghambat penyerapan mineral penting akibat kandungan tanin.
Oleh sebab itu, air putih tetap harus ditempatkan sebagai sumber utama pemenuhan kebutuhan cairan harian bagi setiap individu secara konsisten.
Pada akhirnya, teh dapat dijadikan sebagai pilihan pelengkap yang sangat baik untuk membantu menjaga hidrasi sekaligus mendulang manfaat kesehatan tambahan apabila dikonsumsi secara bijak.